Membuka Tirai Kebenaran

Kekerasan Lelaki Pada Pacarnya, Seorang Penyiar Di Solo

2 min read

LINTASINDONEWS.com, SUKOHARJO – YP (24), penyiar radio asal Solo yang dipukuli mantan pacarnya, AM (24), harus terus memutar otak guna menutupi luka akibat kekerasan yang didapatkannya.

“Awalnya orang tuaku tidak tahu kalau aku sering dipukul AM waktu masih pacaran,” tutur YP kepada wartawan Kamis (20/2/2020).

YP harus rela berangkat 30 menit lebih awal dari jam masuk kerjanya supaya orang tua tidak curiga.

“Aku masuk kerja itu pagi pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, biasanya aku berangkat sebelum orang rumah bangun sekira pukul 05.30 WIB,” ujar YP.

“Kalau waktu pulang kan sudah siang, di rumah itu biasanya cuma ada ayahku, sampai rumah biasanya aku pakai masker dan terkadang hanya di kamar saja, lalu sorenya pergi sama AM sampai malam,” imbuhnya membeberkan.

YP mengungkapkan orang tuanya sempat beberapa kali sempat curiga dengan gelagat yang ditunjukkannya.

Kelahiran ponakan kedua YP menjadi satu diantara banyak momen kecurigaan orang tua muncul.

“Waktu kelahiran keponakan keduaku, orang tuaku sempat curiga karena sekitaran mata membiru,” kata YP.

Orang tua YP awalnya menerima kehadiran AM meski memiliki keyakinan yang berbeda.

Mereka bahkan sampai rela menjadi penjamin tatkala AM mengambil kredit motor.

“Waktu kredit yang jadi penjamin itu ibuku, sehingga dia akhirnya bisa kredit motor,” ujar YP.

YP mengatakan orang tuanya tegar dan senang setelah dirinya memutuskan melaporkan tindak kekerasan AM ke pihak berwajib.

“Orang tuaku sempat bilang, mereka sempat berdoa supaya suatu saat kejelakan AM dibuka,” kata Dia.

“Yang jelas ini waktunya teguran Tuhan utuk berpisah,” tambahnya.

YP menungkapkan budenya sempat menitipkan pesan ke orang tuanya sebelum tutup usia.

“Sebelum meninggal, Bude saya sempat berpesan, nek iso yon jangan sama cowok kae, bukan orang apik,” ungkapnya.(seno)

Sumber: tribunsolo.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.