Membuka Tirai Kebenaran

Ketua AWPI Korwilsus Soloraya, Menduga Galian C di Sragen Banyak Yang belum Kantongi Ijin

2 min read

Jalan rusak akibat penambangan

SRAGEN, Adiat Santoso selaku Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia  Koordinator Wilayah Khusus  (AWPI KORWILSUS) Solo Raya. mendatangi Lokasi Galian C Kabupaten Sragen. Kamis (5/11/2020).

Kedatangan dan Tujuan ketua AWPI Korwilsus Soloraya ini mendatangi lokasi penambangan, menanyakan legalitas  Galian C yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sragen.

Pria yang biasa di sapa Edot ini berpegang pada aturan, awal mula adanya galian C sebagai upaya membantu program pemerintah pusat, dalam percepatan pembangunan jalan Tol Trans Jawa.

“Kini saat jalan tol sudah beroperasi para pelaku usaha pertambangan seharusnya segera mengurus perizinan usahanya kembali, dan disesuaikan dengan bidangnya, “Ungkapnya.

Namun menurut Edot, kini hanya beberapa pengusaha tambang saja yang berupaya melakukan refresh perizinan usahanya.

“Tidak semua perusahaan penambangan galian c melakukan pengurusan ijin kembali, dan itu manjadikan mereka jadi ilegal, sementara perijinan sebelumnya dengan berbagai kemudahan karena untuk percapatan pembangunan jalan tol, ” Ketus Edot.

Dia memberi Seperti contoh pengurus lahan galian c sebut Beyes, diduga memiliki titik galian c dugaan ilegal di wilayah sragen barat, berlokasi di desa karangjati kalijambe.

Bisa di duga galian c setempat tidak berijin, karena tidak ditemukannya papan informasi yang terpasang.
Dengan adanya galian tersebut menimbulkan polusi udara serta banyak jalan yang rusak, terkait hal tersebut pihak SDM dan pihak terkait untuk melakukan pengecekan.

Kedepan Adiat Santoso/ edot berharap agar usaha tambang tersebut bisa ditertibkan, dan dikelola dengan baik oleh Pemkab Sragen.

Menurut Edot, agar hasil dari tambang tersebut bisa dijadikan sumber pendapatan asli daerah Sragen, tidak seperti sekarang yang hanya dikelola oleh beberapa oknum dan akhirnya hasilnya hanya dinikmati beberapa oknum tertentu saja.

“Masyarakat Sragen  hanya merasakan dampak negatifnya saja, ” Gerutunya.

Selama ini praktik penambangan galian C yang diduga ilegal bahkan ada beberapa titik galian C yang diduga dikuasai dan dikendalikan oleh beberapa oknum.

Edot juga mengaku prihatin atas tindakan para oknum yang melakukan penambangan galian C ilegal semakin marak.

Namun Dia juga mendukung penuh agar semua izin galian C ditertibkan, dan harapannya kedepan bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah.

“Semoga dengan fungsi kontrol masyarakat bisa memberikan penyadaran pengusaha penambangan galian C mengurus ijinnya dan bisa menjadi sumber PAD Sragen, “Ungkapnya.

Untuk itu Edot ingin AWPI Soloraya Bersama Pers Guard  mengawal keberadaan pergambangan galian C agar mengurus ijinya agar menjadi legal.

“Saya berharap agar AWPI bisa benar-benar bermanfaat dan berfungsi sebagai kontrol sosial masyarakat, ” Ujar Edot.

Sebagai salah satu yang memiliki visi menjadi wadah edukasi dan advokasi masyarakat merasa prihatin atas terjadinya galian C ilegal, bahkan ada dugaan praktek tambang ilegal itu dilakukan oleh oknum penguasa wilayah dimana galian C itu berada. ( TIM INVESTIGASI )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.