Membuka Tirai Kebenaran

Klaten 7 Pekan Zona Merah, Angka Kematian di Atas Nasional

1 min read

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan memberlakukan pembatasan kegiatan terkait dengan instruksi Mendagri mulai pekan depan. Sebab, selama tujuh pekan Klaten menjadi zona merah penyebaran virus Corona (COVID-19) dengan angka kematian di atas nasional.

“Sehubungan PSBB adalah instruksi bersifat nasional, dimohon kesadaran masyarakat untuk mematuhinya. Apalagi Klaten sudah tujuh minggu zona merah,” tutur Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Roni Reokmito saat ditemui di kantor Pemkab Klaten, Jumat (8/1/2021).

Selain itu, Roni menyebut selama menjadi zona merah itu angka kematian akibat COVID-19 di Klaten berada di atas rata-rata nasional. Sedangkan kasus sembuh di bawah rata-rata nasional.

“Angka kematian di Klaten di angka 14,1 persen atau lebih tinggi dari angka kematian nasional 8,6 persen. Angka kesembuhan di Klaten di bawah angka nasional yaitu 82 persen, sedangkan nasional 83 persen,” ungkap Roni.

Roni pun meminta warganya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dia pun berharap masyarakat bisa mengikuti anjuran pembatasan kegiatan selama 11-25 Januari 2021.

“Masih ada masyarakat yang sulit menerima kebiasaan baru. Maka pembatasan kegiatan diberlakukan mulai 11 januari sampai 25 januari 2021,” ucap Roni.

Terpisah, Koordinator Bidang penanganan kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, dokter Cahyono Widodo, mengatakan indikator zona merah Corona itu ditentukan banyak faktor. Di antaranya angka kasus terus naik dan kematian tinggi.

“Zona merah itu banyak faktor untuk mengukur diantarnya kasus makin banyak dan kematian tinggi. Iya betul selama tujuh minggu di zona merah,” terang Cahyono saat dihubungi.

 

 

Sumber: detiknews.com

 

 

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.