Kota Baru Dan Kota Mandiri di Kawasan Zona Industri Akan Berdiri di Perbatasan Kecamatan Sambungmacan dan Kecamatan Gondang

OTONOMI DAERAH

SRAGEN, Kecamatan Sambungmacan dan Kecamatan Gondang adalah dua wilayah Kecamatan yang sangat strategis, karena dekat dengan Gerbang Tol Trans Jawa, dipersiapkan sebagai lokasi kota baru dan kota mandiri dikawasan zona industri di Kabupaten Sragen.

Didalam revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Sragen, lokasi itu sudah ditetapkan sebagai kawasan zona industri sekaligus sebagai kota baru dan kota mandiri.

Meskipun Sragen juga mempunyai Gerbang Tol Pungkruk, tapi, kota baru dan kota mandiri tidak akan dibangun disitu. Karena Wilayah Pungkruk, Sidoharjo, masuk zona pertanian sawah lestari yang harus dipertahankan mengingat Sragen sebagai daerah lumbung padi nasional.

Sedangkan Wilayah Kecamatan Karangmalang yang sudah penuh dengan perumahan, pertokoan dan warung makan, tidak untuk lokasi kota baru dan kota mandiri. Alasannya Karangmalang tidak masuk kawasan zona industri melainkan sebagai zona perdagangan dan jasa.

” Didalam revisi Perda RT RW sudah ditetapkan lokasi zona pertanian, perkebunan dan zona perdagangan dan jasa juga zona kawasan industri dan kota mandiri.
Dalam revisi Perda RT RW, untuk Wilayah Sambungmacan dan Gondang sudah ditetapkan sebagai kawasan zona industri dan kota mandiri, “papar Tugiyono.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen Tugiyono menambahkan, Pemkab Sragen saat ini masih menunggu terbitnya detail Tata Ruang(RDTR) yang disusun Kementerian Agraria dan Tata Ruang. NamunTugiyono belum belum bida menyebutkan luasan lahan yang akan digunakan untuk membangun kota baru kota mandiri itu.

Kalau RDTR sudah terbit, DPMPTSP akan menawarkan pembanvunannya kota baru kota mandiri kepada para investor melalui Aplikasi Sistem Informasi Peluang Investasi (Sipelangi) di Sragen.

” Secepatnya akan kami tawarkan kepada para investor untuk membangun kota baru kota mandiri.
Bagi siapa saja yang mampu dipersilahkan, sedangkan kami akan mempersiapkan lahannya, “terang Tugiyono.

Setelah ditetapkan sebagai zona industri dan kota baru kota mandiri. Ada sejumlah investor yang sudah menanamkan modalnya di Wilayah Sambungmacan. Diantaranya dua pabrik batu bata ringan atau herbel dan pabrik garmen.

Namun begitu juga ada beberapa perusahaan asing tertarik berinvestasi di Sambungmacan. Seperti dari Cina, mereka sudah melakukan surve ke lokasi. Tapi, sejak adanya pandemi covid-19 mereka belum membuka pembicaraan lagi.

Diharapkan dengan adanya kota baru kota kota mandiri di Sambungmacan itu, Pemkab Sragen akan mendapatkan banyak keuntungan bertambahnya pemasukan pajak, perluasan wilayah kota, serta dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Sragen dan lain sebagainya.

“Efeknya dengan berdirinya pabrik di Sragen dapat membantu mengurangi angka pengangguran angka kemiskinan, ” Tegas Tugiyono kepada wartawan saat ditemui di kantornya. (Agus Sulis)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.