Membuka Tirai Kebenaran

KPK Geledah Rumdin Bupati Cirebon, Apa yang Terjadi? Begini Akhirnya

2 min read
Rumdin Bupati Cirebon (foto refrensi pihak ketiga)

Lintasindonews.com –– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas bupati Cirebon. Rombongan personel KPK menggunakan tiga mobil bercat hitam tiba di rumah dinas bupati Cirebon, Jalan Kartini, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (28/10), pukul 10.30 WIB. Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tampak berjaga di gerbang rumah dinas. Wartawan tak diizinkan masuk ke lingkungan rumah dinas.

Sekitar pukul 12.10 WIB, sebuah mobil hitam berpelat nomor H 8913 CQ, mobil yang sama saat penggeledahan di kantor bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kabupaten Cirebon, Jumat (26/10), terpantau masuk ke rumah dinas tersebut. Hingga saat ini penggeledahan masih berlangsung.

Salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga di pos penjagaan rumah dinas bupati Cirebon membenarkan bahwa rombongan mobil hitam tersebut personel KPK.

“Iya betul (KPK). Dari jam 10.30 WIB. Masih di dalam,” katanya.

Sebelumnya, KPK menggeledah kediaman salah seorang ajudan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra. Dari hasil penggeledahan itu, KPK mengamankan sertifikat yang berkaitan dengan sejumlah aset milik Sunjaya. Proses penggeledahan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB di kediaman ajudan bupati Cirebon, Deni Syafrudin, perumahan Kedawung Regency 3, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (27/10). Penggeledahan di kediaman Deni itu memakan waktu sekitar empat jam.

KPK menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra sebagai tersangka dugaan kasus suap dan gratifikasi. Selain Sunjaya, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Gatot Rachmanto sebagai tersangka.

Tim KPK mengamankan uang tunai Rp 385 Juta dalam OTT tersebut. Selain uang tunai, KPK juga mengamankan bukti transaksi perbankan berupa slip setoran senilai Rp 6.425.000.000.

Sumber: Detikcom

Editor: Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.