Membuka Tirai Kebenaran

Lama menunggu perhatian Pemkab, Warga Gilirejolama swadaya bangun jembatan, lihat kondisinya !!

2 min read

Lintasindonews.com, Sragen. Sebagai jalan alternatif jalan penghubung desa, antar dukuh Rejomulyo menuju Ngeplangrejo Desa Gilirejolama Kecamatan Miri Kabupaten Sragen. Warga sekitar membangun jembatan dengan cara swadaya, meski pernah di usulkan ke DPU, Pemkab hingga saat ini belum menganggarkan.

Foto diambil saat Kades Gilirejolama di lokasi, tampak kades berpapasan dengan pengendara sepeda motor

foto : Rian

Di lihat dari kondisinya, Rabu ( 10 / 10 / 2018 ) Dukuh Rejomulyo dan Dukuh Ngeplangrejo terbelah sungai genangan Waduk Kedungombo. Hal inilah yang membuat warga harus membuat jalan alternatif.

Dengan di bangunnya jalan jembatan ini, Masyarakat Desa Rejomulyo sebanyak 38 KK bisa menikmati jalan pintas menuju ke kecamatan lain, jika melalui jalan utama milik DPU bisa selisih hingga 4 sampai 5 km.

         Tampak jembatan dari bawah          Foto :  Rian

Baik anak sekolah misalnya yang sekolah di SMP 2 Miri bisa lebih dekat. Bahkan jalan ini juga berdampak masyarakat luas, jika pembangunan jembatan penghubung Dukuh Dondong menuju Dukuh Kedungsono Desa Gilirejobaru, bisa melansir melalui jembatan yang baru saja di buat oleh warga ini.

Foto dokumentasi Kades Parjo saat musim hujan  ( Foto :  Rian )

Sementara dampak positif yang lain, jika terbangun jembatan penghubung Dukuh Dondong Desa Gilirejobaru dan Dukuh gunungsono Desa Gilirejolama, jembatan ini sangat bermanfaat sekali.  Karena kondisi jalan yang tidak banyak belokan dan tanjakan, yang sangat membahayakan sehingga mengurangi resiko kecelakaan.

Saat di lokasi ketika kroscek jembatan ini terbuat dari tulang besi, dan lintasan jembatan terbuat dari pohon kelapa atau glugu dan beralaskan bambu serta pagar samping juga dari bambu .

Sementara tiang penyangga dari beton sebanyak 8 buah dengan tinggi kira-kira 4 meter, untuk panjang 32 meter, lebar 3 meter baik mobil dan motor bisa lewat. Namun sayang jika curah hujan tinggi jembatan ini terendam dan tidak bisa di lewati. Karena kurangnya tinggi jalan dan jembatan.

Waktu kala senggang ketika media lintasindonews.com bertandang di kediaman Kades Gilirejolama Parjo, mengatakan untuk jembatan itu memang inisiatif dan di gagas oleh masyarakat setempat. Sebagai jawaban atas semua keingginan warga, jika masyarakat memang benar-benar butuh infratuktur yang memadai.

” Memang kala itu saat Kepala Dinas Pekerjaan Umum di jabat oleh Bapak zubaidi pernah kita koordinasikan dan di respon baik, namun  belum terealisasi beliau di pindah di disperkim. Dan sejauh ini masyarakat masih menunggu perhatian dari Pemkab, ” jelasnya.

Menurut Parjo, kini ia bersama seluruh elemen masyarakat Gilirejolama berharap Pemkab bisa menaruh perhatian, dimana ia ingin desa Gilirejolama tidak terisolir lagi.

” Yang jelas jangan sampai masyarakat baik yang ada di Gilirejobaru dan lama melewati jalan milik kabupaten lain misalnya Boyolali, masak mau ke Sragen harus lewat Boyolali?, ” terangnya.

Selain itu Parjo juga berharap warganya yang berada di Dukuh Ngeplangrejo RT 08, jangan sampai bergabung ke Desa Bagor, yang disebabkan terisolirnya genangan waduk tersebut. Sehingga berinisiatif membangun jembatan tetsebut, pungkasnya.

Kontributor  :  Rian – Wanto

Editor             :  Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social