Membuka Tirai Kebenaran

Langgar Permendikbud NO.45 / 2014, SMA Negeri 2 Klaten di duga jualan seragam sekolah di ruang BP, ini kejadiannya bikin malu !!

2 min read
Foto gambar ilustrasi

Lintasindonews.com, KLATEN. Berawal dari temuan LSM GANNAS SMA Negeri 2 Klaten di duga jualan seragam di lingkungan sekolah. Di duga hal ini pihak sekolah yang menjual, bukan pihak ketiga. Awal kejadian saat itu LSM GANNAS pergoki 8 siswa sedang terima seragam.

Padahal jelas tertera dalam Permendikbud NO.75 / 2016 menjelaskan, jika setiap perorangan ataupun kolektif di larang menjual seragam sekolah, bahan seragam sekolah, buku pelajaran ataupun bahan ajar, di lingkungan sekolah. Namun masih saja ada oknum yang tetap langgar aturan ini, demi keuntungan sesaat.

Foto hasil screenshoot video LSM GANNAS Kasek SMA Negeri 2 Klaten Medi Widada

Dalam keterangan video visual durasi 2.50 menit yang di kirim ke meja redaksi, dari salah satu narasumber LSM GANNAS terlihat Kasek Medi Widada saat di konfirmasi menyatakan, bantahannya tentang praktik jual beli seragam tersebut, pihaknya hanya bersifat membantu bukan menjual. Ketika di tanya terjadi praktik jual beli seragam di lingkungan sekolah, Medi tidak tahu menahu.

” Apa yang terjadi saya tidak tahu dan itu bukan ranah saya, tapi orang tua wali murid, dan di ruang BP bukan jualan. Semua data itu butuh klarifikasi jika ingin membuktikan silahkan, ” tukas Medi.

Selain itu dalam press realees yang di terima media ini dari LSM GANNAS, juga menemukan dugaan pungutan investasi sebesar Rp.2,5 juta persiswa, lengkap sudah pelanggaran ini sesuai amanat yang di berikan Permendikbud NO.60 / 2011, yang melarang pungutan investasi maupun operasional baik untuk Peserta Didik, Orang Tua Murid ataupun Wali Murid.

Jika sekolah memahami, atau mungkin bersikap masa bodoh seharusnya juga mentaati Permendikbud No 45 / 2014. Yang menjelaskan dengan keras pihak sekolah dan komite di larang keras menjual baju seragam sekolah,baik itu batik serta atribut sekolah. Mungkin saja masih ada pihak sekolah ysng amnesia sehingga lupa dan tidak taat.

Untuk itu LSM GANNAS kepada lintasindonews.com menyampaikan, agar disdikpora provinsi jateng, memberi teguran ataupun sangsi yang seberat – beratnya agar tidak terulang kembali. ( tim )

Kontributor   :    LSM GANNAS

Editor              :     Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social