Membuka Tirai Kebenaran

Malam Keakraban dan Solidaritas Nusantara Untuk Papua

3 min read

Suasana alam Keakraban dan Solidaritas Nusantara untuk Papua, Jumat (30/8).

LintasIndoNews.com | Surakarta,
Bertempat di Restoran Atria Jl. Kartini No. 33 Kel. Timuran Kec Banjarsari kota Surakarta telah berlangsung acara Malam Keakraban dan Solidaritas Nusantara untuk Papua, yang diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Nusantara. Sebagai kordinator acara Danang Liestianto (Aliansi Masyarakat Nusantara). Yang dihadiri sekitar 150 orang. Jumat (30/8) Pukul 20.20 – 22.00 WIB.

Hadir dalam acara FX. Hadi Rudiyatmo Walikota Surakarta, AKBP. Andi Rifai., SIK, MH.Kapolresta Surakarta, Letkol Inf. Ali Akhwan., SE Dandim 0735 Surakarta, Kompol Demianus Palulungan., SH Kapolsek Banjarsari, Danang Liestianto Aliansi Masyarakat Nusantara, Muhammad Farid Sunarto M.Si Ketua Solo Bersimponi, Bambang Gage Ketua KNPI Kota Surakarta.

Hadir pula para tokoh masyarakat, yakni Bandung Joko Suryo No., SH, Riko Warga Papua, Siburian Perwakilan Masyarakat Batak Solo Raya /PMBS, Taufik Warga Sumbawa, R. Butar Butar Warga Batak, Mangu Prawirayuda Warga Bali Yulius Warga Papua
Kriman Warga Sorong, Dicky San Kufu Warga Papua, Herenarus Simon Warga Papua, Thomas Warga Sumatra

Saat sambutan Danang Liestianto Aliansi Masyarakat Nusantara / Kordinator Acara menyampaikan, pihaknya mewakili semua rekan Aliansi dari berbagai daerah, untuk tenang dan menciptakan suasana kondusif.

“Mari kita ciptakan suasana yang tenang agar tidak ada gejolak. Bahasa kita satu bahasa Indonesia, tidak ada perbedaan karena kita satu, ” Ulasanya.

Baca Juga: 

• Kekerasan Seks: Dapat Ancaman 12 Tahun Penjara Bagi Pelaku Oral Seks

• KSP Sarankan Dewan Pers Cabut Pemblokiran Internet di Papua

• Diduga Gelapkan Dana Bantuan siswa Miskin, Kepala Sekolah Maluku Tengah di Soalkan

• Komentar Kelakar Rocky Gerung: Jadi Pemerintah Ngekost, Ibu Kota Ada Ibu Kostnya

Sementara Siburian Perwakilan Masyarakat Batak Solo Raya /PMBS menyatakan, dari masyarakat batak se Solo Raya mengapresiasi kegiatan ini dan  baginya sesuatu yang menarik.

” Saya sangat setuju dengan diselenggarakan acara ini. Saya prihatin dengan kejadian di Papua. Solo banyak orang pendatang, meskipun mereka tinggal di Solo untuk sementara, ” Ujarnya.

Lebih dalam, Siburian berharap mereka juga bergabung dan berbaur dengan masyarakat sekitar tempat tinggal mereka.

“Sekali lagi kami dukung kegiatan ini, oleh karena itu mari kita jaga bersama Kota Solo ini agar tercipta kerukunan, situasi yang kondusif dan aman, ” Urai nya.

Di kesempatan yang sama, Riko Tokoh masyarakat Papua menuturkan, dia mewakili warga dari Papua dan menegaskan kedaulatannya untuk Indonesia.

“kami cinta damai, kami tidak mau pisah dengan NKRI , ” Ungkapnya.

Letkol Inf. Ali Akhwan., SE (Dandim 0735 Surakarta) sebagai berikut :
Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kerjasama kita semua dalam membina persatuan di kota Solo. Dari Solo solidaritas Nusantara untuk Papua, dari Solo lah kita awali. Kita dari TNI mulai dari ujung barat sampai ujung timur kita pernah alami, dan apa yang kita dapatkan kita semua satu untuk keutuhan NKRI. Dimana pun kita tinggal dan berada tetap satu juga yaitu Bhineka Tunggal Ika. Semboyan TNI lebih baik kita tidur malam dari pada tidur sore, karena kita ingin masyarakat Solo tidurnya nyenyak.

AKBP. Andi Rifai., SIK, MH.Kapolresta Surakarta juga di beri kesempatan, dalam arahannya, pihaknya sangat prihatin kejadian di Papua.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah satu. Keragaman adalah kekayaan kita, jangan dijadikan perselisihan. Dengan keragaman yang ada, kita jaga toleransi, kita tetap jaga persatuan dan kesatuan, ” Tegas Andi Rifai.

Di sesi berikutnya ketika FX. Hadi Rudiyatmo Walikota Surakarta memberi pencerahan, dia juga menyatakan sikap yang sama. Yakni tetpaenjafa kedaulatan NKRI, tanpa memandang suku dan ras. Menurut Rudi Kegiatan ini luar biasa,

“Tidak ada pribumi dan non pribumi. Berangkat dari Solo, Indonesia untuk negara Indonesia. Kota Solo sebagai kota toleransi, kami sangat mengajak seluruh elemen mari kita saling menghargai dan menghormati karena hukumnya wajib sesuai dengan misi Kota Solo, ” Jelas Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan lagi, Acara ini tidak hanya dilakukan pada hari ini, menurutnya kemungkinan bisa lakukan dengan kegiatan Wedangan bersama di Loji Gandrung.

“Kita agendakan tanggal 11 besok, ini wujud kebersamaan. Kegiatan Deklarasi bisa kita lakukan dengan kegiatan yang kongkrit misalnya kerja bakti bersama, mungkin itu bisa dilakukan karena dari Solo untuk Indonesia, ” Pungkas Walikota Solo ini. (Fajar)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.