Membuka Tirai Kebenaran

Masyarakat Arongo, Apresiasi kenerja Pemdes dan Ketua TPK

2 min read

LintasIndoNews.com | ANDOOLO – Dalam rangkah pelaksanaan roda pemerintahan di Desa tidak sedikit yang menuai kritikan pedas dari elemen Masyarakat, apalagi saat sekarang ini, semuah Desa di Seluruh Insonesia, mendapat Alokasi anggaran yang pantastis yang dikemas dalam bentuk program (DD) Boleh dikatakan bahwa Dana Desa (DD) saat ini, merupakan sesuatu yang sangat seksi dalam pandangan mata, sehingga tidak sedikit pula yang menginginkannya, serta dibalik keseksiannya menyimpan bahaya buat yang salah menggunakannya.

Namun, dalam pelaksanannya di Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (konsel) justru menjadi momentum Pemerintah Desa dan (TPK) mendapat sanjungan dan pujian dari Masyarakat, atas pelaksanaannya mengelolah (DD)dengan baik.

Hal ini, diketahui dari beberapa Masyarakat yang menyampaiakan pada awak media ini, yang enggan namanya disebutkan,  selama program (DD) ditempat kami, selalunya berjalan dengan baik, mulai dari koordinasinya antara Pemerintah desa sebagai pengguna anggaran, maupun Tim Pengelolah Kegiatan sebagai eksekutor dilapangan secara tehnik.

‘Dalam pelaksanaan kegiatan ini, khususnya pada pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sangat bagus, baik dari pengadaan materialnya, seperti Kayu, selalu menggunakan bahan yang berkualitas, pekerjaannya rapi dan tidak terpaku pada ukuran awal rumah warga”, jelasnya pada media ini.

Dulu sebelum program (DD) ada, masi banyak rumah warga yang tidak layak huni. Tapi sekarang rumah – rumah itu sudah nyaris habis, sedangkan ketua (TPK) dalam melaksanakan tugasnya selalu mengedepankan kebersamaan secara tim dan koordinasi, tutup salah satu Warga Desa Arongo.

Kutipan suara ketua (TPK) Desa Arongo mengatakan bahwa, saat ini sedang berjalan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ), sebanyank 7 unit, diantaranya 2 unit Rumah dengan pembangunan Rehab sedangkan 5 unit bangun baru.

“bahwa yang lima Rumah itu mulai pemasangan Pondasi hingga sampai pemasangan atap, yang dua cuman rehab, Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya dapat rehab adalah Ibu Siniati dan Tasrif, sedangkan yang dapat rumah bangun baru adalah Lesdianto, Sunartin, Juarni, Rasdin dan Yasa Wiraji, ” Jelas dia.

Peningkatan Jalan, sepanjang 700 meter, dari titik nolnya dimulai pinggir poros, dengan satu unit Rumah bangun baru, untuk warga tidak mampu. Ini merupakan kegiatan fisik tahap tiga,

Program pemerintah ini, menurut hemat saya, sangat bagus karena bantuan ini asas manfaatnya, sangat menyentu langsung oleh Masyarakat, juga sangat membuka lapangan kerja bagi Masyarakat sekitar. Sehingga pelaksanaannya itu di Hariankan melalui (HOK), Tutupnya. (Edison)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.