Membuka Tirai Kebenaran

Masyarakat Peduli Papua, Gelar Aksi Peduli di Plaza Manahan

2 min read

Saat gelaran aksi peduli Papua, senin (2/9).

LintasIndoNews.com | Solo, Sekelompok warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Papua menggelar aksi di plaza Manahan, Solo, Senin (2/9) sore WIB. Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas apa yang terjadi di wilayah Papua. Dalam aksi yang juga melibatkan sejumlah warga Papua ini, mereka juga menyampaikan tujuh pernyataan sikapnya.

Koordinator Aksi, Kusuma Putra mengatakan, saat ini ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba merusak persatuan  dan kesatuan bangsa.  Mereka mencoba menghasut masyarakat Papua dengan isu-isu yang tidak benar.

“Peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Papua dan Papua Barat membuat kita sebagai anak bangsa merasa prihatin. Ini karena rasa kebangsaan dan kebhinekaan yang selama ini dibangun dikotori oleh sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab, yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Kusuma disela aksi.

Baca juga: 

• 10 Pasal di RKUHP Ancam Penjarakan Jurnalis dan Media, Para Tokoh Pers Angkat Bicara

• Refleksikan HUT RI ke 74, Karangtaruna Tunas Asri Ngembatpadas Adakan Panggung Gembira

Ciri-ciri Pria Goyah Iman Jika Lihat Wanita Cantik, Anda Termasukkah?

Maka dari itu, lanjutnya, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, sudah sepantasnya peduli atas apa yang terjadi di Papua. “Papua adalah kita, kita adalah Papua. Kita dan Papua adalah satu, Indonesia,” katanya.

Pernyataan Sikap

Dalam aksi ini, Kusuma juga membacakan tujuh pernyataan sikap. Diantaranya damai negeriku damai bangsaku, Papua adalah kita, kita adalah Papua. Bersatu dan damai untuk Papua untuk NKRI. Merah putih untuk Papua, merah putih untuk Indonesia.

“Mempertahankan Papua dalam bingkai NKRI, Papua adalah saudara dan Papua adalah Indonesia. Papua adalah bagian dari Bhineka Tunggal Ika,” tandasnya.

Salah satu warga Papua, Rycko Irianto Mauri mengungkapkan, bahwa selama ini dirinya merasa aman dan nyaman tinggal di Jawa. “Jangan mudah terhasut dengan hasutan-hasutan tidak bertanggung jawab. Karena hasutan itu ingin agar kita (Papua) berpisah dengan Indonesia,” katanya. (Ari Purnomo Apl)

Sumber: SuaraMerdekaSolo.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.