Membuka Tirai Kebenaran

Menelusuri Nikmatnya Kencan Dengan SPG, Gak semua Bisa diajak Kencan

2 min read

Foto ilustrasi refrensi pihak ketiga

Serba-Serbi, Untuk mendongkrak penjualan prodak dari sebuah perusahaan, banyak pihak perusahaan yang menggunakan jasa gadis duta promosi atau yang biasa disebut sebagai Sales Promotion Girl(SPG).

Wajah cantik, tubuh tinggi semampai yang dibalut dengan pakaian seksi, serta dibumbui dengan sikapnya yang sedikit genit, sudah menjadi ciri khas dari gadis-gadis yang bekerja menjadi SPG.

Penampilan tersebut tentunya sering mengundang ulah “nakal” para lelaki atau calon konsumennya yang mereka hadapi. Biasanya mereka menawarkan prodak berupa rokok, minuman suplemen, sepeda motor, cofee dan jenis-jenis prodak lainnya.

Bekerja sebagai Sales Promotion Girl memang harus tahan mental dan sabar. Lantaran, dalam pekerjaan itu selalu mendapat pandangan miring dari setiap orang. Tidak hanya itu, tudingan kepada SPG bahwa mereka bisa “dipakai” pun sering terdengar luas di masyarakat. Pasalnya, banyak diantara mereka yang mau dijadikan wanita simpanan oleh pejabat atau para pengusaha.

Referensi pihak ketiga

Saat itu tim Media LintasIndoNews.com mencoba kabar tersebut tentang kebenarannya. Ketika itu tim berinteraksi kepada salahsatu broker (sebut saja begitu sebagai penghubung pemesanan bila ingin kencan). Dengan memesan satu gadis SPG di sebuah hotel di solo, hingga tak lebih dari 10 menit datang gadis SPG seperti dalam foto penawaran dari sang broker, cantik, seksi dan pintar itu kesan pertama saat kami bertemu, Jumat (01/8).

Hingga suasana dalam hotel nampak sepi, kami di pertemukan terjadilah kami dalam obrolan, sebut saja Cika (26 tahun) bukan nama sebenarnya, salah satu SPG rokok ternama di indonesia.

Cika berkeluh kesah tentang hidupnya sebagai seorang SPG, banyak godaan yang dia dapatkan saat bekerja, dari godaan pria, uang dan kemudahan lainnya yang dia dapat.

“Saya memiliki anak satu mas, saya bekerja  seperti ini untuk beli susu anak saya, ” keluh Cika sambil menahan nafas.

ketika di tanya tentang pria yang kini menjadi suaminya, Cika tak mau menjawab, entah apa yang ada di benaknya. Kemudian tim meminta maaf jika terlalu dalam saat bertanya. Cika hanya menunduk, tapi kemudian tersenyum cantik sekali.

“Gak apa-apa mas, saya lebih senang menikmati hidupku yang sekarang, ” ungkap Cika.

Setelah tim selesai konfirmasi, kemudian Cika pun kembali pulang ke kostnya di solo. Itulah kisah lika-liku dari kehidupan SPG, namun dalam hasil investigasi tim tidak semua SPG bisa diajak kencan.

Tuntutan hiduplah yang membuat mereka para SPG mencari jalur cepat, dan singkat dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. (Tim Investigasi)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.