Mengutamakan Pelayanan Prima, Cepat Tidak Ribet Dan Mengedepankan Kemitraan

EKONOMI

 

KARANGANYAR – Pria kelahiran sukoharjo, 24 Mei 1970 bernama Haryono, SE yang kini dipercaya menjadi Direktur Utama PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda). Sepertinya akan terus melakukan inovasi dan kreasi dalam rangka memajukan dan mengembangkan lembaga keuangan yang dipercaya padanya.

Disadarinya pula bahwa dunia usaha sedang mengalami pelambatan ekonomi akibat dampak dari pandemi covid-19, tetapi ia tetap optimis akan bangkit dan bergairah lagi.

Mulai februari 2021 Bank Daerah Karanganyar akan melayani anggaran dana desa (ADD) dan dana desa(DD) hal ini atas kepercayaan Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono, MM kepada P.T BPR Bank Daerah Karanganyar atas Predikat Terbaik memberikan kinerja yang dari segi pengelolaan manajemen profesional maupun kinerja keuangan sangat sehat, dan profitable dengan jangkauan 17 kecamatan memiliki 18 kantor kas di 17 kecamatan se Kabupaten Karanganyar.

Selanjutnya, terus akan mengembangkan jaringan Layanan sebanyak-banyaknya sebagai amanah mengembangkan visi dan misi PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda) sehingga menjadi sebuah lembaga yang kuat dan maju.
Selama 24 tahun

Pria yang biasa di sapa Hari ini, berpengalaman di bidang pengelolaan lembaga keuangan mikro/bank konvensional, syariah dan pemberdayaan UKM. Karirnya di PT Permodalan Nasional Madani (persero) di singkat PNM selama 19 tahun mulai dengan analist dan marketing officer sampai dengan jabatan Pimpinan terbaik PNM wilayah Padang, Surabaya, Solo, Medan, Tegal, Yogjakarta dan Jabatan terakhir di PNM sebagai Kadiv. Pembinaan dan Pengawasan di PNM pusat dengan prestasi penilaian excellent serta sering terpilih the best performance PNM (Pimpinan wilayah cabang terbaik).

Sebelum bergabung di PNM telah berpengalaman selama 5 tahun di Bank Danamon (wikayah Trenggalek, Kediri, Tuban, Surabaya, Mojokerto, area Madiun) dengan jabatan sebagai kepala bagian marketing dan credit reviewer cabang koordinator.

Selain jabatan diatas juga pernah sebagai marketing funding dan landing (analis kredit UKM/LKM/kredit program) serta berpengalaman juga dalam penyelesaian kredit bermasalah dengan prestasi selalu tercapainya target baik kuantitas funding maupun kualitas lending dengan kualitas pembiayaan 100℅ lancar ( NPL selalu 0℅)

Disisi lain Haryono sebelum menjabat direktur utama PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) dari 9 Juli 2019 hingga sekarang ini pernah juga menjabat sebagai ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Sumatra Barat (2005 s/d 2008) ketua BUMN peduli sumatra Barat (2005 s/d 2008, ketua koordinator BUMN se sumatra Barat (2005 s/d 2008) komisaris utama PT BPR syariah AAC Bukittinggi (2005 s/d 2008)

Selain berbagai jabatan yang diembannya, juga sebagai komisaris utama PT BPR syariah Asri Madani nusantara di jember (2008 s/d 2014) pemimpin PNM cabang surabaya (2008 s/d 2013) pemimpin PNM cabang solo (2013 s/d 2016) pemimpin PNM cabang medan (maret 2016 s/d September 2016) pemimpin PNM cabang tegal (01 Oktober 2016 s/d 05 februari 2018) pemimpin PNM cabang jogjakarta (05 februari 2018 s/d 07 Januari 2019) serta kepala divisi pembinaan dan pengawasan PNM (08 Januari 2019 s/d 01 Juli 2019)

Menyinggung visi dan misi Bank yang di pimpin nya, lulusan Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta dengan Predikat lulusan terbaik dan tercepat tahun 1994 serta mendapatkan beberapa penghargaan seperti beasiswa supersemar dan beasiswa Mahasiswa berprestasi Utama menjelaskan bahwa

VISInya menjadi PT BPR Bank Daerah Karanganyar(perseroda) sebagai Bank yang sehat, mampu bersaing dengan selalu mengutamakan pelayanan prima.

Misinya yakni memberantas lintah darat yang berada di kabupaten Karanganyar terutama dipasar -pasar. Melaksanakan fungsi intermediasi dalam bidang penghimpunan dana dan pemberian kredit secara profesional serta menambah pendapatan pemerintah daerah. “ujar suami dari Novita Primasari Rahayuningsih yang dikaruniai tiga anak yakni, Brilliano Raditya Rachman Jaya, Briliane Jovita Jaya dan Zaira Brilian Jaya.

Kepeduliannya soal covid-19. Haryono mengungkapkan, PT BPR Bank Daerah Kabupaten Karanganyar(perseroda) mengeluarkan kebijakan restrukturisasi utang bagi debitur yang terkena dampak pandemi Covid-19. Mereka dibebaskan dari kewajiban membayar bunga dan denda. Debitur hanya diminta membayar sisa pokoknya. Kebijakan ini khusus diberikan kepada debitur yang benar-benar kolaps.

“Berdasarkan survai memang sudah tidak mampu bayar. Paket ini diberikan khusus bagi debitur yang benar-benar susah tak mampu lagi membayar, maka dibebaskan denda dan bunga sehingga debitur hanya disuruh membayar sisa pokoknya saja. “Ujarnya

Lebih lanjut, Haryono menyampaikan khusus selama pandemi Covid-19 ini, pihaknya memberikan kelonggaran restrukturisasi utang ibarat paket axstrem kepada 250 debitur dengan out standing kredit sebesar Rp 32 miliar atau 10% dari total kredit sebesar Rp 376 miliar. Paket restrukturisasi utang yang diberikan boleh dikata cukup ekstrem hingga ibaratnya paket ambyar.

Yakni bagi debitur yang di survai masih kuat membayar diberikan kelonggaran membayar pokoknya saja dan menunda bunga serta denda selama 6 bulan, selanjutnya setelah 6 bulan diseleksi apakah debitur tersebut masih mampu membayar maka diberikan lagi kelonggaran 3 bulan. Namun jika hasil seleksi dan survai diketahui ternyata debitur benar-benar tidak mampu barulah diberikan toleransi hanya membayar sisa pokok dan bebas bunga serta denda.

Masih dari Haryono. Alasan mendasar toleransi restrukturisasi utang adalah kemanusiaan karena PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda) tidak menempatkan diri sebagai kapitalis namun jasa keuangan dengan konsep membantu dan sama-sama berjalan.

Haryono juga menyatakan, dirinya sehari-hari bisa ditemui di kantor PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda), jalan lawu, komplek perkantoran cangakan, karanganyar. Meski ditengah pandemi Covid-19, PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda), tidak melakukan penghentian pengajuan kredit (stop landing) kepada masyarakat justru hadir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Suplay pendapatan asli daerah (PAD) ditahun 2021 ini dari target PAD sebesar Rp.1,7 Milyar telah terealisasi Rp.2,5 Milyar dari keuntungan bersih akhir tahun 2020 sebesar Rp.4,5 Milyar.

Hal ini membuktikan Bank Daerah Karanganyar mampu melampaui laba yang ditargetkan dengan kualitas NPL akhir tahun 2020 sebesar 0,2 % dan stabil selama satu tahun 2020 NPL selalu dibawah 1 % artinya Pengelolaan dalam menyalurkan pinjamanya sangat berkualitas para debiturnya, sehingga hal ini diharapkan banyak nasabah yang menabung dengan hadiah grand prize 2 mobil setiap tahunnya.

Melihat kinerja yang sangat bagus ini, PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda) berhasil diganjar THE BIG 3 BPR COMPANY FOR ASSET Rp. 250 M-Rp. 500 M dalam ajang Indonesia Finance Award-III-2020(IFA-III-2020) Economic Review yang bekerja sama dengan Indonesia-Asia Institute, Perbanas Institute, IPMI, International Business School, PPPK, dan Ideku group. Kemudian Top BUMD 2020,serta THE BEST INDONESIAN LEADER AWARD 2020 VERSI FORUM Peduli Prestasi Bangsa.

“Semua penghargaan ini akan memotivasi kami untuk lebih baik lebih maju kedepannya dalam menjalankan bisnis PT BPR Bank Daerah Karanganyar (perseroda) selain itu juga adalah hasil kerja team yang handal dan tangguh yang secara bersama-sama membawa Bank BPR Karanganyar sampai pada titik ini. Meskipun dalam kondisi perlemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, “pungkasnya. (Haryono/surya)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.