Membuka Tirai Kebenaran

Metamorfosis Pramuka di Era Milenial

3 min read
Wachid Pratomo, M.Pd
Pembina dan Penghobby Pramuka
Dosen UST Yogyakarta

OPINI

Salam Pramuka !!!, saya mulai dengan ucapan salam berharap agar semangat Pramuka kita tidak luntur diterjang zaman. Bulan Agustus merupakan bulan istimewa bagi seluruh pandu pertiwi pasalnya selasa 14 Agustus 2018, Praja Muda Karana (Pramuka) memasuki usia ke-57 tahun. Usia yang sangat matang bagi sebuah organisasi sebesar Pramuka.

Banyak harapan yang muncul memasuki setengah abad lebih gerakan pramuka berdiri. Harapannya Pramuka mampu menjadi wadah pendidikan anak muda dan berkarya untuk bangsa. Dalam pemahaman harfiahnya Pramuka yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Sejarah menunjukan gerakan kepanduan yang dipelopori kaum muda ikut andil dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Gerakan kepanduan seperti Pramuka harus mampu melanjutkan perjuangan dengan mengisi kemerdekaan. Terutama dalam menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Saat ini setidaknya ada dua tantangan besar yang dihadapi Indonesia, yaitu peredaran narkoba dan ancaman disintegrasi bangsa. Karena itu, kegiatan kepramukaan sangat penting bagi anak-anak Indonesia.

Kegiatan Pramuka di alam terbuka dengan berbagai aktivitas menarik dan menyenangkan, serta sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka, jiwa-jiwa muda dididik akhlak, watak, serta budi pekerti yang luhur. Tak hanya itu, Gerakan Pramuka juga mengajarkan sikap patriotik, nasionalisme, dan bersahabat dengan alam. Sehingga menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggung jawab serta mampu mengisi kemerdekaan dengan karya yang positif.

Dengan kemajuan teknologi, besar harapan saya agar organisasi Pramuka lebih aktif mengampanyekan,menyebarkan, dan memberikan inspirasi bagi kaum muda melalui media sosial. Sehingga gerakan Pramuka bisa hadir dan diterima generasi millenial. Pramuka wajib menciptaan kegiatan yang memacu remaja milenial untuk aktif dan tertarik. Kegiatan kepramukaan terinci berdasarkan jenjang atau tingkatan dalam kepramukaan misalnya Pramuka Siaga, Pramuka Penegak dan Pandega mempunyai kegiatan masing-masing mulai dari perkemahan, keterampilan, pameran, darma wisata, pentas seni budaya, karnaval, perkemahan wirakarya/bakti/antar saka, pengembaraan, latihan kepemimpinan, kursus instruktur muda, penataran/seminar/lokakarya, dan jambore.

Ditambah lagi raimuna nasional/ daerah/cabang, JOTA-JOTI, serta ajakan semua pramuka adalah kantor berita ditambah masih banyak kegiatan yang dirancang untuk generasi milenial saat ini
Seiring dengan perkembangan zamannya, kalangan muda yang kini didominasi generasi milenial dengan cirinya yang lebih cekatan, hidup dalam teknologi kekinian pastinya keberadaan Pramuka tetap harus tumbuh dan berkembang bahkan diharapkan menjadi semakin solid dan cerdas dalam melangkah kedepan. Melalui jiwa kepramukaan, aktualisasi seluruh kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang berakar dan berpijak pada kebudayaan sendiri merupakan modal dasar yang kuat dalam rangka menghadapi tantangan di era global sehingga generasi milenial tetap mempunyai sikap dan perilaku yang berkepribadian, berkarakter, dan berjati diri.

Kehadiran Gerakan Pramuka di era kekinian bagi kalangan muda usia masih diperlukan sebagai wadah penanaman sikap mental, terutama bagi generasi milenial yang akan mengambil alih kepemimpinan pada saat Indonesia emas di masa mendatang. Dalam konteks lebih luas, menumbuh kembangkan jiwa kepramukaan sama halnya dengan ikut serta memupuk sikap mental dalam rangka membela negara. Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, generasi milenial (Generasi Y, dan Z) sehingga bilamana mereka sudah semakin solid dan cerdas maka Indonesia tetap jaya di masa depan. Maka suka tidak suka gerakan kepramukaan harus bermetamorfosa menjadi kegiatan yang digemari anak milenial namun masih dalam bingkai Satya dan Dharma Pramuka.

Metamorfosa baik dari segi jenis kegiatan, segi pendanaan maupun dari segi struktural yang harus dikembalikan kembali ke tongkat estafet anak muda karena gerakan pramuka adalah miliknya anak muda. Akhir kata tetap semangat memandu untuk ibu pertiwi. Satyaku kudharmakan, Dharmaku kubaktikan. Pramuka Perekat NKRI. (***)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.