Membuka Tirai Kebenaran

Miris, di Bulan Ramadhan Ini 5 Pasangan Tidak Resmi Tercyduk di Hotel

4 min read
razia-satpol-pp111.jpg
Razia Satpol di Hotel untuk pasangan di luar nikah – TribunJateng/Dhian Adi Putranto

LintasIndoNews.com | Kendal – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kendal pada Kamis (23/5/2019), mengamankan lima pasangan tidak resmi.

Mereka terjaring razia Tibumtranmas di beberapa hotel di sepanjang Jalan Lingkar Kaliwungu Kendal serta hotel di Jalan Tentara Pelajar Kendal.

Meski waktu menunjukan masih siang hari di Bulan Suci Ramadan, lima pasangan itu tetap nekat berduaan dan memadu kasih di dalam kamar hotel.

Bahkan dalam razia itu, pasangan paruh baya pun ikut terjaring razia itu.

Jumaedi pria paruh baya yang terjaring razia itu mengaku, dirinya baru masuk hotel pada pagi hari ini dan belum melakukan apa-apa.

Saat terjaring dirinya dan pasangannya masih dalam berbincang-bincang biasa.

“Saya sama calon istri. Saya sudah duda dan calon saya sudah lama menjanda,” kata Pria yang juga merupakan warga Kecamatan Ngampel.

Kepala Satpol dan Damkar Kendal, Toni Ariwibowo mengatakan bahwa razia ini digelar berdasarkan informasi dari masyarakat adanya tindakan penyalah gunaan hotel pada Bulan Ramadan.

Selain itu razia ini merupakan kegiatan penertiban penyakit masyarakat di Kabupaten Kendal.

“Razia ini kami menemukan 11 orang terdiri dari 5 pasang dan satu wanita. Satu wanita itu menginap di sebuah hotel namun untuk checkin menggunakan identitas pria,” katanya.

Menurutnya wanita itu saat masuk hotel diantar oleh seorang pria namun setelah itu ditinggal sendirian sehingga saat terjaring dirinya saja yang terjaring.

“Tujuan kami menggelar ini yakni penegakan Perda Kendal nomor 11 tahun 2013 tentang Tibumtranmas, karena kami menerima laporan dari masyarakat terkait penyalah gunaan hotel untuk mesum pasangan tidak resmi,” katanya.

Sementara itu,  dari Lamongan dilaporkan meski  Usai sudah uzur, Raji (70), kakek di Lamongan ini malah bikin ulah.

Ia kepergok mesum dengan seorang perempuan berusia 41 tahun di sebuah warung di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Lamongan, Jumat (18/5/2019).Pasangan beda usia ini digerebek petugas Polsek Sugio sekitar pukul 14.30 wib alias siang bolong.

“Pasangan kakek mesum itu kita gerebek Jumat (17/5) sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Kapolsek Sugio, Iptu Sunaryono didampingi Kanitreskrim, Aiptu Sofian Ali, Sabtu (18/05/2019).

Kakek diamankan saat ‘bermain’ bersama dengan seorang wanita STW (istimewa)

Terendusnya perbuatan kakek dengan perempuan yang bukan istrinya itu bermula ketika anggota Polsek sedang patroli ke Kalitengan Sugio.

Sebelum sampai tujuan, ada informasi seorang kakek bersama perempuan jauh lebih muda di dalam warung.

Informasi itu ditindaklanjuti, saat digerebak dalam kamar berdinding bambu itu ada pasangan yang sedang asyik maasyuk.

Karuan saja, pasangan mesum ini jelalatan lantaran saat itu keduanya dalam keadaan tidak berbusana di atas ranjang reyot beralaskan tikar.

Dari lokasi kejadian, polisi juga mengamankan uang Rp 100 ribu, selembar tikar tenun, sebuah sarung bantal, sebuah sarung, celana warna hitam, celana pendek warna hitam dan BH warna ungu.

Perempuan tersebut kemudian diketahui bernama Paniseh.

Kedua pasangan ini kemudian digiring ke Mapolsek Sugio untuk diperiksa.

Tidak hanya Raji dan Paniseh, pemilik warung, Sikin (60) juga dibawa ke Polsek.

Usai diperiksa, Raji dan Paniseh diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Sementara Sikin masih menjalani pemeriksaan.

Dihukum Pancasila

Satpol PP Kota Blitar kembali menggelar razia di sejumlah tempat kos, Kamis (16/5/2019) sore.

Dalam razia kali ini, petugas menemukan lima pasangan bukan suami istri yang sedang berduaan di kamar kos.

Kelima pasangan bukan suami istri itu langsung dibawa ke kantor Satpol PP Kota Blitar untuk didata dan mendapat pembinaan. Selain itu, petugas juga mendapati tiga cewek dalam satu kamar yang tidak membawa identitas.

“Ada lima pasangan bukan suami istri dan tiga cewek yang tidak bawa identitas yang kami amankan dalam razia ini,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari.

Razia sejumlah tempat kos dibagi menjadi dua tim. Tim yang dipimpin langsung Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari menyisir sejumlah tempat kos di wilayah timur. Sedangkan satu tim lagi menyisir sejumlah tempat kos di wilayah barat.

Tim di wilayah barat mendatangi sejumlah tempat kos di enam lokasi. Yaitu, di Jl Salak, Jl Widuri, Jl Joko Kandung, Jl Bengawan Solo, Jl Barito Selatan, dan Jl Cisadane. Petugas hanya mendapati tiga pasangan buka suami istri dari enam lokasi itu.

“Tim di wilayah timur dapat dua pasangan dan tiga cewek dalam satu kamar yang tidak bawa identitas. Mereka kami bawa ke mako untuk pendataan dan pembinaan,” ujar Juari.

Setelah didata dan diberi pembinaan, mereka mendapat hukuman dari petugas. Petugas memberikan hukuman dengan cara menyuruh mereka berdiri sambil membaca butir-butir Pancasila.

“Kami suruh baca Pancasila biar mereka disiplin,” kata Juari.

Dikatakannya, selain menertibkan pasangan mesum, sasaran razia itu juga ditujukan ke tempat kos yang belum mengurus izin. Hampir semua tempat kos yang didatangi petugas rata-rata belum memiliki izin. Para pemilk tempat kos rata-rata mengaku masih proses pengajuan izin.

“Sementara ini kami beri teguran, tapi kalau tiga kali tetap belum mengurus izin, usahanya akan kami segel,” ujar Juari.

Sementara itu, Kristin, satu dari tiga cewek yang terjaring razia dalam satu kamar dan tidak membawa identitas mengaku KTP-nya dibawa pemilik kafe di tempat kerjanya. Dia juga tidak tidak tinggal bertiga dalam satu kamar.Dia menyewa kamar kos sendiri. Kebetulan, saat itu, dia main ke kamar teman satu kosnya dan tidur-tiduran.

“Saya main ke kamar teman saya. Kebetulan teman saya juga ada tamu cewek. Jadi di dalam kamar bertiga. Kalau KTP saya masih berada di kafe tempat kerja saya,” katanya.

Sumber: Tribun Jateng (Dhian Adi Putranto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.