Membuka Tirai Kebenaran

Oknum Kabid SD Kabupaten Ngawi Diduga Tidak Transparan Tentang DAK, Patut di Pertanyakan!

2 min read

NGAWI, Sungguh tidak bisa dinalar diera keterbukaan seperti ini masih saja ada oknum pejabat yang berusaha seolah-olah menutupi sebuah informasi Publik, yang menjadi hak setiap warga negara untuk mengetahuinya, padahal semua itu sudah diatur secara gamblang dan tegas pada UU KIP No. 14 tahun 2008.

Tahun 2020 ini seperti tahun lalu proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk fisik tentu turun di sekolah-sekolah, dan pastinya juga lingkup dinas pendidikan kabupaten Ngawi Jawa-timur, sebagai peningkatan mutu sarana dan prasarana sekolah.

Namun keterbukaan informasi publik sekarang rupanya tidak berlaku pada dinas pendidikan kabupaten Ngawi , khususnya pada bidang sekolah dasar atau SD.

Yakni Sumiati, S. Pd, M. Pd selaku Kabid pembinaan SD terkesan tidak berbuka ketika dimintai informasi dan data sekolah penerima DAK, dia katakan tidak memiliki data seperti yang di maksud.

“Saya tidak punya data SD penerima DAK, nanti nunggu pak Tulus selesai diklat ya, ” kelitnya Ketika ditemui diruang kerjanya Senin 22/6/20.

Mantan KUPTD pendidikan kecamatan Ngawi ini, juga mengatakan tidak mempunyai copy salinan dokumen SD penerima proyek DAK, sedang ketika ditanya kapan Tulus selesai diklat? dikatakan oleh Sumiati kurang lebih satu tahun,

“Silahkan di cek satu persatu tiap sekolah SD diseluruh kacamatan nanti akan ketemu, dan saya juga bekerja secara transparan,” terangnya.

Sumiati juga tidak bergeming, saat memberikan informasi penerima DAK, dan pada kesempatan itu, dia menunjukan desain grafis petunjuk DAK fisik tahun 2019 yang itupun buru-buru diambilnya.

“Gak usah macem-macem dengan saya,” Katanya tanpa menjelaskan apa artinya kata-kata tersebut.

Tentu dari hal tersebut banyak timbul pertanyaan publik ada apa informasi DAK disembunyikan?, padahal harusnya sebagai pejabat publik atau badan publik wajib menginformasikan, bahkan secara berkala apalagi hal itu diminta oleh masyarakat, sedemikian rahasiakah proyek DAK 2020?.

Hal itu berbanding terbalik dengan bidang-bidang lain yang dengan mudah dan terbukanya memberikan informasi pada media dan masyarakat.

Hingga ada salah seorang Pejabat dan Staf bidang lainya, yang berkantor di sebelah Kabid SD, menyanyangkan sikap tersebut.

“Masak gak boleh?, untuk apa wong cuma data seperti itu saja harusnya malah diberikan biar masyarakat bisa membantu pengawasan hingga hasilnya baik dan bagus, sudah bukan zamanya seperti itu, “sesalnya. (Sumber: Beritaistana.id) 

 

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social