Membuka Tirai Kebenaran

Pandemi Corona Berdampak Pada lesunya Perekonomian Warga,

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – warga yang terutama mereka yang bekerja di sektor harian.

Untuk meringankan beban mereka, Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto bersama jajaran membagikan paket sembako kepada tiga Ta’mir masjid dan marbaut di masjid Desa Kedungrejo Kecamatan Kota Rembang , Jumat ( 01 /05/ 2020 ).

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto mengatakan pembagian paket sembako merupakan wujud kepedulian polisi untuk berbagi guna meringankan beban masyarakat kecil utamanya kelas menengah ke bawah yang paling merasakan dampak Corona.

“Tidak dipungkiri wabah Covid-19 berdampak langsung pada mereka. Di sini Polres Rembang berbuat, bergerak untuk memberikan bantuan paket sembako. Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Kapolres Dolly.

Selain menyerahkan paket sembako, Sekaligus mengedukasi mereka untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran Covid-19.
“Dari tukang becak, pedagang kaki lima banyak yang tidak memiliki (masker) karena mahal. Narik satu hari dua hari belum tentu mencukupi kebutuhan sehari- hari untuk keluarganya, apalagi untuk membeli masker dan hand sanitizer,” imbuhnya.

Pembagian sembako menyasar kepada tukang becak dan PKL yang biasa mangkal di kawasan Tugu Lilin, Alun-Alun Rembang, Taman Kartini, Perempatan Pentungan dan kawasan sekitar TPI Tasikaagung Rembang.
Selain tulang becak dan PKL, paket sembako juga diberikan kepada penyandang disabilitas.

Salah seorang tukang becak asal Desa Pranti Kecamatan Sulang, Jamari yang mangkal di selatan Tugu Lilin mengaku sangat senang mendapat bingkisan paket sembako dan masker dari Polisi. Jamari mengaku, dirinya memang hingga saat ini tidak memiliki masker apalagi hand sanitizer.
“Alhamdulillah dikasih Pak Kapolres Sembako. Sekarang tarikan sangat sepi. Kemarin dapat Rp20.000. Saya setorkan bos becak Rp6.000. Sisanya buat kebutuhan keluarga saja masih kurang, apalagi untuk beli masker. Pokoke kulo maturnuwun,” ucap Jamari.

Hal sama juga dikatakan salah seorang PKL asal Desa Pandean Kecamatan Kota, Solikin yang mangkal di Alun-Alun Rembang.
“Sejak ada Corona, sepi. Ya mau gimana lagi. Alhamdulillah hari ini ada yang merhatikan kami. Terimakasih Pak Polisi. Sembako, masker sangat bermanfaat bagi kami,” ucap Solikin.

Pemkab Rembang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga muncul pembatasan-pembatasan bagi masyarakat termasuk PKL. Diantaranya, jam jualan tidak boleh melebihi pukul 21.00 WIB.

Dalam kegiatan ini, Polres Rembang menggandeng berbagai kelompok masyarakat dianataranya TNI, Milenial Penjaga Rembang (MPR) dan komponen lainnya.
Hingga saat ini, di Rembang tercatat 1 orang positif Covid-19, 13 pasien dalam Pengawasan (PDP) dan 345 Orang Dalam Pemantauan (ODP).

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.