Membuka Tirai Kebenaran

Para Korban Banjir Dapat Bantuan Lanal Kendari dan Korcab Jelasenastri

2 min read
TNI dan Korcab Jelasenastri

LintasIndoNews.com | Kendari — Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Laut (AL), Lanal Kendari bersama Pengurus Cabang III Kordinator Cabang (Korcab) V, Jalasenastri Lanal Kendari telah memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (18/6/2019).

Saat berada di Pos Komanda

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna menyampaukan bantuan yang didistribusikan ini, bantuan murni Lanal Kendari untuk masyarakat terdampak banjir di Konut.

“Yang kita bawa ini bukan hanya sembako, tetapi kita juga membawa keperluan-keperluan yang sekiranya dibutuhkan, seperti perlengkapan bayi, susu, makanan bayi, pampers dan sebagainya,.” Ungkap I Putu kepada awak media.

Ditempat yang sama ketua Korcab III Retno Putu Darjatna mengatakan, dia berharap bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi para korban terdampak banjir, selain itu para korban diminta, tetap menjaga kebersihan dan juga kesehatan, Ungkap Retno, usai menyerahkan bantuan dirujab bupati Konut

Berdasarkan pantauan LintasIndoNews.com bantuan yang disalurkan menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Pulau Labengki, Lepas dari dermaga Pomal Kendari membawa bantuan berupa sembako dan perlengkapan bayi menuju pelabuhan Molawe, Konut dan Dilanjutkan ke Posko utama bencana banjir Konut (rujab bupati Konut) dan disambut langsung oleh Bupati Konut.

Sementara itu, Bupati Konut Ruksamin, menyatakan sangat berterimakasih kepada Lanal Kendari atas bantuan yang sudah diberikan kepada kami, kepada warga Konut.

” Bantuan ini sangat tepat dan bermanfaat buat warga masyarakat Konut yang terdampak banjir.,” Urai Bupati.

Masih lanjut, Musibah bencana banjir yang di menimpa wilayahnya adalah insiden terburuk, hal ini dia kemukakan karena sangat prihatin.

” Bencana yang menimpa kami disini, sudah yang paling parah, akses jalan kami sangat susah untuk dilalui, sebap sebagian jembatan kami di Konut ini roboh akibat banjir,” Katanya.

Ruksamin juga menjelaskan, warga yang terdampak banjir sudah evakuasi ketempat yang lebih nyaman melalui jalur Darat, jalur Laut dan juga menggunakan Helikopter. Sedangkan untuk mencegah datangnya penyakit kita sudah menyiapkannya dokter dan tenaga medis sebanyak 44 orang, dan ditempatkan pada titik-titik tenda pengungsian dan ada yang mobile.

“Sementara berdasarkan data per 17 juni pukul 13.00 Wita, jumlah pengungsi akibat banjir itu ada 1.200 KK atau 8.515 jiwa yang masih ada di posko pengungsian. Sedangkan, yang terdampak banjir ada sekitar 18.765 jiwa,.” Ujarnya

Selain itu, ada 370 unit rumah yang hanyut terbawa arus banjir, termasuk empat jembatan yang rusak. Namun, sudah ada sebagian jembatan yang sudah bisa dilewati seperti jembatan Asera di Kecamatan Asera.

“Kalau untuk saat ini masyarakat sebagian masih ada di pengungsian. Kita siapkan makanan, dapur umum, termasuk WC, air dan lampunya. Namun, sudah ada sebagian yang kembali kerumahnya, tetapi tetap kita berikan bantuan pakaian,.” pungkasnya. (Kaperwil Sultra: Edi)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.