Membuka Tirai Kebenaran

Pasar Sindurejo Ditutup, Satu Pedagang Positif COVID-19 Meninggal Dunia

2 min read

LINTASINDONEWS.com, GROBOGAN –
Penyebaran virus corona memang belum berhenti, dimana mana orang terserang virus ini makin bertambah.

Tidak terkecuali Desa Sindurejo Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan Jawa Tengah ini.

Pasar yang berlokasi dekat dengan jalan raya Purwodadi – Solo kilo meter 9, kini ramai jadi pembicaraan orang, karena baru saja ada kejadian seorang pedagang yang positif COVID-19. meninggal dunia

Sementara Kepala Desa Sindurejo Kecamatan Toroh, Kabupaten Grbogan, Jawa Tengah, Tejo Mulyono Hadi saat ditemui di ruang kerjanya memberikan penjelasan,

” Pedagang tersebut sakit beberapa hari yang lalu dan dirawat di RS Permata Bunda Purwodadi diruang isolasi. Setelah dilakukan test swab hasilnya dinyatakan positif COVID-19. Pedagang dengan alamat, Krajan RT 6/1 desa Sindurejo itu, meninggal dunia saat masih menjalani perawatan di RS Permata Bunda, yaitu senin sekitar pukul 2 dini hari.” Jelasnya

Tejo mulyono menambahkan, “Jenazah dimakamkan kemarin ditempat pemakaman umum desa Sindurejo dengan menggunakan protokol kesehatan, “

Disisi lain keluarga yang ditinggal muncul dua kesedihan, pertama kehilangan satu anggota keluarganya, kedua setelah proses pemakaman jenazah selesai pihak keluarga kaget, dengan adanya kwitansi yang disodorkan dari petugas Rumah Sakit dengan nilai tagihan sebesar Rp 3.360 000,-.

Menurut sumber biaya tersebut untuk
pemulasaran jenazah, atau perawatan jenazah, Benarkah demikian ? bagi yang meninggal kena covid tidak bisa dibebaskan semua biaya.

Dengan adanya kejadian seperti itu, sebelum korban meninggal, Kepala Desa selaku Ketua Satgas COVID-19 desa telah membuat keputusan bersama dengan Babinkamtibmas, Babinsa, BPD, Perangkat Desa untuk mengadakan isolasi.

Dengan tujuan agar warga tetap berada dirumah masing-masing wilayah RT 6/1 untuk menjaga jangan sampai ada penularan.

Terkait hal diatas, demi meringankan beban hidup selama 14 hari, dalam isolasi sekitar 60 warga diberikan bantuan sembako dan diharap warga tidak meninggalkan rumah. Sebagai tindak lanjut

Sedang untuk menekan menularnya virus ini kemarin diadakan rapid test di pasar sebanyak 50 pedagang, dengan hasil 3 reatif yaitu seorang pedagang dari dusun Jalakan Sindurejo, seorang dari Sambak Danyang dan seorang dari Gandok Genengadal.

Untuk itu kesimpulan akhir kepala desa beserta tim COVID-19 menutup pasar Sindurejo, baik toko dan pedang kios mulai hari ini tanggal 1 sampai dengan tanggal 15 juli 2020 selama itu kegiatan perekonomian dipasar pasif.

“Mudah-mudahan semua warga masyarakat bersabar dan terhindar dari bahaya virus corona, “Jelasnya. (Jatmiko)

 

Editor: seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.