Membuka Tirai Kebenaran

Pasca Robohnya Tower SUTET, PLN Rembang Siap Membangun 3 Tower Emergancy

2 min read

LINTASINDONEWS. com, REMBANG – Tujuh hari pasca  robohnya tower Sambungan Udara  Tegangan Tinggi ( SUTT ) perusahaan listrik negara (  PLN )  rembang akan membangun tiga buah tower emergancy di sekitar  tower  saluran udara tegangan tinggi (sutt) 150 kilo volt (kv) yang roboh 25 februari silam.

Satu menara sementara saat ini sudah berdiri di sekitar lokasi menara sutt 150 kv yang roboh. Adapun dua lainnya sedang dalam proses pembangunan di lain tempat.

Manajer unit layanan transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Rembang Lilik Subiantoro saat memberikan sosialisasi kepada warga Sidowayah dan Kabongan Kidul yang tinggal di sekitar menara yang roboh kemarin siang memastikan jaringan pengganti yang dipasang di menara sementara aman bagi warga sekitar.

Karena itu, PLN meminta warga untuk tidak resah dengan pemasangan menara sementara tersebut. Dia mengungkapkan, pihaknya akan terus mengawasi terhadap menara sementara yang sudah selesai dipasang.

“Ada jaminan keamanan terhadap menara sementara tersebut, pihaknya  akan terus melaksanakan inspeksi “jelas dia kepada puluhan  warga yang hadir. 

Dia menerangkan, sebagai konsekuensi atas pembangunan menara sementara itu, sejumlah rumah warga akan dilewati dengan kawat listrik.

”Karena ada menara sementara, rumah yang awalnya tidak dilewati kawat listrik akan dilewati kawat listrik. Kami meminta izin dan memastikan kepada warga bahwa kawat listrik dari menara sementara juga tidak akan membahayakan,” terang dia.

Dia menerangkan, sebagai konsekuensi atas pembangunan menara sementara itu, sejumlah rumah warga akan dilewati dengan kawat listrik.

Lilik menambahkan, jarak aman antara kabel listrik dari menara sutt 150 kv dan rumah warga adalah lima meter. Hal ini sesuai dengan peraturan menteri energi sumberdaya mineral no 2 tahun 2019 tentang ruang bebas dan jarak bebas minimum pada sutt, sutet an suttas untuk penyaluran tenaga listrik.

Sementara itu, manajer unit layanan pelanggan (ULP) Rembang Arif Setiawan menambahkan, setelah adanya tower emergency itu, semua layanan listrik bagi pelanggan yang sempat mati selama menara sutt 150 kv roboh sudah normal semua.

‘’Pelanggan di Rembang, Blora dan sebagian Pati sudah tidak ada lagi gangguan listrik. Karena pasokan listrik sudah kembali normal setelah pembangunan menara sementara,’’ terang dia.

Dia juga mengemukakan, setelah menara SUTT 150 kV roboh, pihaknya menjamin biaya pengobatan dan perbaikan rumah dari korban.

‘’Semua biaya pengobatan korban akan kami tanggung. Begitu juga perbaikan rumah yang terkena tower juga kami tangani. Bahkan insyaallah perbaikan rumah akan lebih baik dari sebelumnya,’’tegas dia.

Selain memberikan sosialisasi, PLN kemarin juga memberikan bantuan sembako dan tali asih kepada warga sekitar menara yang ambruk.

Selain memberikan sosialisasi, PLN kemarin juga memberikan bantuan sembako dan tali asih kepada warga sekitar menara yang ambruk.

Ketua RT 8 RW 3 kelurahan Sidowayah kecamatan Rembang kota Supriyanto menambahkan, warga memang sangat mengharapkan sosialisasi dari PLN usai ambruknya menara akhir februari.

“Setelah sosialisasi, pihaknya berharap kekhawatiran warga terhadap menara yang roboh itu bisa hilang, “pungkasnya. (Insan)

 

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.