Membuka Tirai Kebenaran

Pembangunan Grha Megawati di Klaten Pakai APBD Rp 90 M, Ramai Dibincangkan

2 min read

KLATEN – Nama gedung Grha Megawati yang sedang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai disebut di media sosial belakangan ini. Nama gedung senilai Rp 90 miliar itu disinggung saat netizen ramai membahas pembangunan museum SBY.
Bupati Klaten terpilih, Sri Mulyani, angkat bicara berkaitan pembangunan gedung itu. Mulyani menilai gedung itu layak dinamakan Grha Megawati.

“Gedung itu memang Grha yang rencananya kalau memang diperkenankan oleh Ibu Megawati, akan saya namai Grha Megawati. Karena gedung itu memang sangat layak lah kalau dinamai sesosok Ibu Megawati, presiden ke-5 RI agar orang tahu sejarah,” jelas Sri Mulyani kepada wartawan Jumat (19/2/2021).

Sri Mulyani adalah Bupati Klaten periode 2015-2020. Dalam pencalonannya di Pilkada Serentak 2020 lalu, politisi PDIP tersebut kembali terpilih sebagai bupati namun saat ini belum dilantik.

Gedung tersebut, menurut Sri Mulyani merupakan gedung serbaguna yang selama pembangunanya tidak ada aturan yang dilanggar. Dari proses perencanaan, penganggaran sampai pelaksanaan sudah sesuai aturan.

“Mulai proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan semua sudah sesuai aturan. Dan kami pada saat akan membangun juga ada survei dan mayoritas masyarakat mendukung,” terang Sri Mulyani.

Lebih lanjut dikatakan Sri Mulyani, masyarakat mendukung sebab memang belum ada gedung di Klaten yang memadai untuk acara besar. Dengan kapasitas ribuan orang dan lahan parkir yang luas.

“Karena Pemda dan Klaten sendiri belum ada gedung yang layak dengan kapasitas 3.000 dan lahan parkir yang memadai. Intinya itu gedung untuk masyarakat,” papar Sri Mulyani.

Dari sisi anggaran, tegas Mulyani, pembangunan gedung itu murni dibiayai APBD. Tidak ada sumber dari pihak lain.

“Anggaran murni dari APBD, tidak ada pihak lain, Grha Megawati ini didanai murni APBD. Rencana peresmian memang tidak sesuai target karena ada pandemi,” sambung Sri Mulyani.

Gedung itu, imbuh Sri Mulyani, mestinya tahun 2020 sudah selesai tapi karena ada pandemi dan penanganan COVID akhirnya tahun ini baru disempurnakan lagi. Tahun 2022 rencananya akan diselesaikan.

“Insyaallah kalau ada anggaran longgar tahun depan kami selesaikan semua. Tahun ini baru menyelesaikan masjid dan ruang cateringnya tapi kalau selesai total lengkap ya habisnya sekitar Rp 88 miliar-Rp 90 miliar,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani sebut pembangunan gedung itu bukan untuk kepentingan politik

 

Sumber: detikcom

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.