Membuka Tirai Kebenaran

Pembelajaran Daring melalui WAG di SD N Muktiharjo 02 Pati

3 min read

Oleh: 

Diyah Syafitri, Nur Larasati
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

OPINI, Pandemi covid-19 yang terjadi mengakibatkan perubahan kebijakan secara mendasar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatur kegiatan pembelaran selama masa pandemi ini.

Kegiatan belajar daring

Hal tersebut dikeluarkan melalui Surat edaran Nomor 4 Tahun 2020, yaitu tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), tertanggal 24 Maret 2020. Terdapat 6 (enam) kebijakan yang dipaparkan dengan jelas.

Namun, yang paling mendasar ialah merubah cara belajar mengajar peserta didik dan pendidik adalah kebijakan belajar dari rumah. Pembelajaran bagi zona merah adalah dengan pembelajaran daring.

Pembelajaran daring adalah pembelajaran pendidik dan peserta didik tidak berhadapan langsung, melainkan terjadi secara jarak jauh yang memungkinkan guru dan peserta didik berada pada tempat yang berbeda. Pembelajaran daring yang biasa digunakan adalah dengan mengoptimalkan WA grup (WAG) kelas.

Dengan adanya WAG, informasi terkait dengan kegiatan pembelajaran di sekolah kepada orangtua peserta didik menjadi cepat dan akurat. Pembelajaran daring melalui WAG dapat dilaksanakan karena semua orangtua/wali dapat mengakses WA.

Pembelajaran melalui webmeeting belum bisa dilakukan, terutama karena terkendala sinyal dan banyak dari orangtua/wali peserta didik yang masih belum bisa menggunakan webmeeting saat pembelajaran.

WAG merupakan salah satu aplikasi dimana seseorang atau sekelompok orang dapat berkomunikasi melalui tulisan, telepon, panggilan video, mengirim video, ataupun mengirim gambar.
Pembelajaran daring melalui WAG ini dilaksanakan pada kelas II SD N Muktiharjo Pati yang berjumlah 21 peserta didik.

Hal pertama yang dilakukan adalah guru membentuk WAG kelas dengan anggota grup adalah orangtua/wali peserta didik. Guru menyapa anggota grup dengan menanyakan kabar/kondisi peserta didik, kemudian mengecek kehadiran peserta didik serta mengajukan pertanyaan seputar bagaimana cara mencegah pandemi corona, misalnya apakah peserta didik sudah mencuci tangan dengan benar, mandi, beribadah, membersihkan kamar, rumah, halaman rumah, serta berolahraga.

Selanjutnya guru memberikan kontrak belajar selama seminggu yaitu terkait apa saja yang harus dipelajari, kemudian informasi materi pembelajaran, link video pembelajaran, dan tugas apa saja yang harus dikerjakan peserta didik kelas II SD N Muktiharjo Pati.

Jika ada peserta didik yang kurang faham maka dapat berkomunikasi dan bertanya antara peserta didik di anggota WAG tersebut dengan bimbingan guru. Apabila masih belum paham maka peserta didik juga dapat menggunaka fitur panggilan suara atau penggilan video melalui WA dengan guru.

Proses dan hasil pembelajaran daring melalui WAG walikelas ini dapat didokumentasikan dengan foto kamera sebagai bukti pembelajaran daring telah terlaksana pada hari itu.
Kendala yang dihadapi guru pada pembelajaran daring di kelas II SD N Muktiharjo Pati yaitu ada peserta didik belum bisa mandiri dalam mengikuti pembelajaran daring sedangkan orangtua/wali tidak dapat mendampingi peserta didik belajar secara maksimal karena harus bekerja, kemudian ada peserta didik yang terlambat mengerjakan/mengumpulkan tugas karena terkendala teknis atau sinyal.

Selain itu dalam mupel tertentu seperti matematika banyak peserta didik yang kesulitan dalam mempelajari materi dan mengerjakan soal. Solusi yang dilakukan guru yaitu dengan memberikan contoh penugasan melalui video yang dibuat oleh guru berisi pemodelan yang dapat ditiru orangtua/wali saat mendampingi peserta didik belajar di rumah.

Guru juga memanfaatkan fitur panggilan video melalui WA apabila ada peserta didik yang belum paham materi atau tugas yang diberikan.

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.