Membuka Tirai Kebenaran

Pembelajaran Daring Via Zoom: Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantu Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V SDN 1 Gubug Grobogan Tahun Ajaran 2020/2021.

3 min read

Oleh: Puji Yuliani, S.Pd.

SDN 1 Gubug Grobogan

OPINI, Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan kurikulum. Kurikulum 2013 dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal siswa. Kurikulum 2013 sesuai dengan pembelajaran abad 21.

Sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu pembelajaran di mana kurikulum yang dikembangkan menuntut sekolah mengubah pendekatan pembelajaran, yakni yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana siswa harus memiliki kecakapan berkomunikasi dengan menyampaikan ide-ide dalam memecahkan masalah, berkolaborasi dengan siapa saja untuk memecahkan masalah, berpikir kritis dalam setiap pemecahan masalah, dan kreatif serta inovatif dalam pemecahan masalah.

Kecakapan-kecakapan tersebut dapat dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menantang siswa dalam memecahkan masalah. Guru harus mengubah paradigma pembelajaran yang tidak hanya fokus pada materi pembelajaran saja, tetapi juga kreatifitas dan keterampilan siswa terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Masuknya virus Covid-19 di Indonesia mengubah semua tatanan kehidupan, termasuk dibidang pendidikan. Kegiatan pembelajaran yang semula ada di dalam kelas sekarang ini menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Pembelajaran daring tentu sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional di kelas. Pembelajaran yang semula terjadi interaksi langsung antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sekarang ini dilaksanakan melalui aplikasi-aplikasi virtual dengan menggunakan jaringan internet.

Pada jenjang Sekolah Dasar sistem pembelajaran daring dirasa sangat sulit dilaksanakan, sehingga hasil belajar siswa menurun. Berdasarkan hasil observasi di kelas V SDN 1 Gubug Grobogan pada pembelajaran tematik dengan sistem pembelajaran daring, peran siswa belum maksimal, dalam kegiatan pembelajaran siswa cenderung pasif dan hasil belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, perlu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran tematik yaitu menerapkan model pembelajaran inovatif, salah satu model pembelajaran inovatif yaitu discovery learning, dikarenakan pembelajaran daring maka penerapannya dengan berbantu video pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pembelajaran abad 21 yang mempersiapkan generasi abad 21 untuk menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Model pembelajaran discovery learning dengan berbantu video pembelajaran ini diterapkan agar dapat membantu guru khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu agar pembelajaran menjadi bermakna dengan siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.

Discovery learning merupakan rancangan atau prosedur belajar yang dilakukan siswa secara aktif dan mandiri dengan cara sebuah penemuan. Terdapat banyak keunggulan atau kelebihan yang bisa diambil dari model discovery learning jika guru mau menerapkannya dalam pembelajaran, diantaranya: siswa menjadi lebih aktif, siswa mampu menguasai pelajaran secara mendalam, dan siswa akan terlatih untuk bisa belajar secara mandiri.

Pada masa pandemic covid-19 ini penerapan model pembelajaran discovery learning dapat dipadukan dengan video pembelajaran.

Video merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara yang membentuk suatu kesatuan yang dirangkai menjadi alur, dengan pesan-pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus terdapat peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar pada setiap siklusnya. Pada prasiklus nilai rata-rata kelas sebesar 63,6, pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 71,3, pada siklus II nilai rata-rata kelas sebesar 82,7, dan pada siklus III nilai rata-rata kelas sebesar 88. Peningkatan juga terlihat pada persentase ketuntasan belajar yakni pada prasiklus sebesar 41,7% menjadi 66,7% pada siklus I, meningkat lagi pada siklus II sebesar 86,1% menjadi 100% pada siklus III. Jumlah ketuntasan individu yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari pratindakan sebanyak 15 siswa menjadi 24 siswa pada siklus I, 31 siswa pada siklus II, dan meningkat lagi menjadi 36 siswa atau seluruh siswa sudah mencapai nilai KKM. Sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan persentase ketuntasan individu pada prasiklus sebesar 41,7% siswa yang telah mencapai KKM menjadi 100% siswa yang tuntas pada siklus III.

Penerapan model pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran, apalagi pada masa pandemic covid-19 dengan menggunakan pembelajaran daring. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat mengaktifkan siswa selama pembelajaran berlangsung adalah discovery learning, dan salah satu media pembelajaran yang dapat menyampaikan pesan-pesan pembelajaran agar sampai pada siswa adalah video pembelajaran. Dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning yang dibantu dengan video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. (*****)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.