Membuka Tirai Kebenaran

Pemda Konsel Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwasata

4 min read
Gelar pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata bertempat di Wonua Monapa Resort – Kecamatan Ranomeeto, Jum’at malam (28/6/2019).

LintasIndoNews.com | Konawe Selatan — Pemerintah Daerah Konawe Selatan (Konsel), melalui Dinas Pariwisata menggelar pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata bertempat di Wonua Monapa Resort – Kecamatan Ranomeeto, Jum’at malam (28/6/2019).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 2 (dua) hari ini bertujuan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) para pelaku kepariwisataan, aparatur Desa dan masyarakat sekitar lokasi wisata, serta membangun dan meningkatkan destinasi wisata.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Armansyah, di dampingi Kadispar, AB. Subair, S.Pd., M.Pd, Kabid Ekonomi Kreatif, Suartin, S.Pd.,M.Pd, Kabid Pariwisata, Muh Aswan Yasin, SE., M.Si, dengan Nara Sumber Ketua Asita Sultra, Rahman Rahim, Lektor Kepala UHO,  Dr. Misran Safar, Ketua DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sultra, Ahmad Nisar.

Pelatihan di buka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Armansyah, di dampingi Kadispar, AB. Subair, S.Pd., M.Pd, Kabid Ekonomi Kreatif, Suartin, S.Pd.,M.Pd, Kabid Pariwisata, Muh Aswan Yasin, SE., M.Si, dengan Nara Sumber Ketua Asita Sultra, Rahman Rahim, Lektor Kepala UHO,  Dr. Misran Safar, Ketua DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sultra, Ahmad Nisar.

Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwasata

Dalam sambutannya, Asisten II, Ir. Armansyah mewakili Sekda, Ir. Drs. Sjarif Sajang, M.Si yang batal hadir karena sedang ada agenda penting lainnya, mengatakan, atas nama Pemda menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pelatihan yang di gagas Dispar Konsel, dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan SDM para pelaku kepariwisataan dan masyarakat serta aparat Desa. Yang juga sejalan dengan program Pemda untuk mendorong perekonomian dan kesejahteraan rakyat pada sektor kepariwisataan, dibuktikan pengalokasian anggaran cukup besar pada bidang ini, khususnya pembangunan infrastruktur dan pendukung sarana dan prasarana lainnya.

“Bupati kita, H. Surunuddin Dangga sangat fokus dan serius mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pada sektor ini, dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur di beberapa destinasi wisata, seperti di lokasi wisata Namu dan Moramo, termasuk menciptakan dan menetapkan objek wisata baru, diantaranya Desa Jati Bali dan ekowisata Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Angata,” beber Armansyah.

Olehnya itu, kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk mendukung program Pemda yang sedang dan akan berjalan, yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja dan profesionalisme pengelolaan kepariwisataan serta pelayanan para pelaku usaha dan masyarakat terhadap wisatawan di sekitar destinasi wisata, sehingga para tamu betah dan penasaran ingin kembali berkunjung.

Tentunya dengan memenuhi 4 komponen kepariwisataan, tandas Armansyah, yakni aspek atraksi/daya tarik wisata/ada ciri khasnya, dan fasilitas/sarana penginanapan/transportasi, Aksebilitas/kemudahan berkunjung ketempat lain yang saling berhubungan serta pelayanan tambahan mencakup keramahtamahan dan keamananan dan ketertiban.

“Nah, untuk itu juga Kadispar harus jeli melihat kondisi ini, dan bersinergi dengan instansi dan stakeholder, lembaga kemasyarakatan yang ada sehingga kepariwisataan kita semakin tertata baik dan terdepan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadispar Konsel, AB. Subair mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan, untuk mendorong peningkatan ekonomi kepariwisataan, khususnya di bidang pengembangan SDM, di samping dukungan pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan saat ini.

“Yang selanjutnya, masih satu paket dengan kegiatan ini, kedepan akan kita gelar pelatihan pemandu wisata buatan dan alam (tracking), pelatihan tata kelola homestay dan pengembangan deetinasi wisata kuliner,” ujarnya.

Dimana, suatu kebanggaan bagi kita juga, Tahun 2019 ini kita mendapat kucuran anggaran DAK total sebesar +/- Rp 6 Milyar dari Kemenpar, yang pada tahun 2018 hanya mendapat alokasi di angka 1 Milyar saja, untuk penganggaran fisik (pembangunan infrastruktur) dan non fisik (pengembangan SDM/pelatihan) di bidang pariwisata.

“Alhamdulillah berkat kerja keras dan sinergitas dengan Kemenpar, 2019 ini kita mendapat tambahan dana yang cukup besar, dengan rincian, alokasi anggaran non fisik +/- Rp1 milyar untuk membiayai pengembangan SDM/pelatihan, dan alokasi anggaran fisik untuk pembangunan infrastruktur dan sarana penunjang lainnya +/- Rp5 milyar dan akan terus ditambah pada tahun 2020,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebagian besar untuk pembangunan lokasi wisata Namu yang baru di canangkan, yang akan di bangun sarana jalan, sanitasi dan homestay serta kios cinderemata dengan menelan anggaran +/- Rp4 milyar, dan wisata air terjun Sumber Sari Kecamatan Moramo, meliputi pembangunan jalan gantung permanen, perbaikan jembatan rusak menuju lokasi air terjun, pembangunan ruang ganti, dan dua jalur tangga naik – turun dengan anggaran +/- Rp900 juta.

Untuk itu, pungkas Subhan, saya berharap 46 pengelola destinasi wisata dan 5 wisata baru yang hadir hari ini bisa memamfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sekaligus berharap seluruh pelaku wisata dan masyarakat dikonsel agar memiliki pemahaman yang sama untuk bersama-sama mendorong dan meningkatkan pendapatan masyarakat di bidang ini dengan mengimplementasikan sapta pesona. Demi terwujudnya Desa Maju Konsel Hebat yang masyarakatnya sejahtera, beradab, unggul dan amanah. (Edi)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.