Membuka Tirai Kebenaran

Pemkab Jepara Tahun 2020 Ini, Mengalokasikan Anggaran Sebesar Rp 10 Miliar untuk Menggaji Guru Honorer.

2 min read

LINTASINDONEWS.com, JEPARA – Pemkab Jepara untuk tahun 2020 ini, mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk menggaji guru honorer di Kabupaten Jepara. Anggaran besar tersebut dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)Kabupaten Jepara tahun 2020.

Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara,Agus Triharjono, menyebutkan, hingga tahun 2020 ini masih ada sekitar 2.800 guru honorer yang diperbantukan di Kabupaten Jepara. Mereka ini akan tetap diberdayakan, dan sangat dibutuhan untuk masing-masing sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Apalagi banyak sekolah-sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jepara yang hingga saat ini masih banyak kekurangan guru PNS. Sementara perekrutan untuk guru PNS hingga sampai saat ini, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan sekolah. Akibatnya, mau tidak mau, guru honorer tetap harus tetap diberdayakan dan dipertahankan .

Disdikpora Kabupaten Jepara, akan tetap memberdayakan guru honorer, khususnya bagi guru SD dan SMP. Bahkan suda ada alokasi dana sebesar Rp 10 miliar di APBD Jepara untuk menggaji lebih dari 2.800 guru honorer, ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menambahkan, alokasi anggaran dana untuk tahun 2020 ini menurun sangat dratis, jika dibandingan dengan alokasi anggaran yang sama pada tahun 2019. Pada tahun 2019, pada tahun 2019 alokasi dana untuk pembiayaan guru honorer nilainya mencapai Rp 15 miliar.

Menurunnya alokasi anggaran untuk tahun 2020 ini, dikarenakan ada sejumlah guru honorer yang sudah berubah status. Ada yang sudah diterima menjadi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) dan ada juga yang diterima sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Guru honorer masih sangat dibutuhkan di lingkungan Disdikpora Jepara, khususnya untuk sektor pendidikan. Jumlah tenaga honorer untuk tahun ini tidak akan dikurangi. Kalau dikurangi tentunya akan berpengaruh pada dunia pendidikan di Kabupaten Jepara.

Asumsinya bukan guru honorer yang ada dihapus, namun  saat ini tidak diperkenankan lagi mengangkat guru honorer. Di lingkungan Disdikpora Kabupaten Jepara. Hingga tahun 2020 ini saja, sudah ada sekitar 500-an guru honorer yang tidak masuk Dapodik (Data Pokok Pendidik).pungkasnya.(PUR)

 

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social