Membuka Tirai Kebenaran

Pencuri, Satu Kendaraan Butuh Waktu 5 detik

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Sat Reskrim Polres Rembang release kasus yaitu pencurian dan pemberatan ( Curat ) yang dilaksanakan di halaman teras Sat Reskrim Polres Rembang Selasa (3 /02/2020) .

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto, menghimbau kepada masyarakat Rembang,  waspada terhadap pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang akhir-akhir ini marak terjadi. Pasalnya keahlian pelaku curanmor semakin canggih .

Dolly menyatakan awalnya dua pelaku yaitu WY (22) warga Rembang dan IK (24) warga Kecamatan Tayu Kabupaten Pati mencuri dua buah LPD 3 kilogram di sebuah warung milik SF yang berada di Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke.

Kejadian tersebut terjadi tangal 23 Januari 2020 pukul 22.00 waktu setempat. Karena ketahuan akhirnya kedua pelaku tertangkap.

Setelah diperiksa oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa WY yang merupakan residivis penggelapan juga menggasak delapan unit sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda di wilayah Rembang, rata-rata sekitar pemukiman ketika pemilik kendaraan memarkirnya di teras rumah.

Untungnya setelah ditelusuri delapan sepeda motor tersebut bisa didapatkan kembali oleh pihak kepolisian.

“Ya ada delapan unit motor yang di gasak, salah satunya bahkan di depan masjid Pamotan,”ungkap Kapolres.

Modus yang digunakan saat menggasak motor, yaitu berkeliling sekitar pemukiman warga, dan saat melihat ada motor yang sekiranya diparkir depan rumah dan dalam keadaan sepi, pelaku melancarkan aksinya. hanya butuh 5-8 detik untuk menggasak motor tersebut, dengan merusak kunci motor menggunakan kunci palsu.

Aksi yang dilakukan dua tersangka ini dimulai sejak Oktober 2019 hingga Januari 2020, dari pengakuan tersangka  8 titik yaitu desa Pamotan, desa Turus Gede Dk. Karangmencol Desa  Sumberjo/Dk Paloh Desa Purworejo, /Desa dresi Wetan / uang hasil penjualan barang curian tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bukan menit lagi Mas untuk waktu yang diperlukan, tapi hanya beberapa detik saja, memang makin canggih, “pungkas Kapolres.

Dari perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ditanya awak media, WY pelaku mengaku pernah di hukum dengan kasus yang sama .Sedangkan yang  IK berprofesi sebagai karyawan swasta. (Insan)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social