Sel. Okt 15th, 2019

Membuka Tirai Kebenaran

Penjualan Saham PT Persis Solo Saestu, dari Syahdana Properti Nusantara kepada Vijaya Fitiasa di Nilai cacat hukum.

2 min read

SOLO, LINTASINDONEWS.com – Koordinator 26 klub Internal Persis Solo Agus Suparno mengatakan, polemik penjualan saham PT Persis Solo Saestu, dari PT Syahdana Properti Nusantara (SPN) milik Sigit Haryo Wibisono selaku pemilik 90 persen saham, kepada Vijaya Fitriasa sebesar 70 persen terdapat cacat prosedural di dalam penjualan tersebut.

Dalam hal ini mengakibatkan saham PT SPN tersisa hanya 20 persen sedangkan sisanya 10 persen dimikili klub anggota internal Persis Solo.

“Karena telah merasa memiliki saham mayoritas sebwsar 70 persen yang bersangkutan sudah mengklaim secara resmi beehak untuk mengelola Persis dj pertengahan Liga 2 2019,”” jelasnya kepada wartawan di kantor Persis Solo, Kamis (3/10).

Lintas Baca:

Motor Nmax Warna Merah Siap Jadi Kendaraan Dinas Para Kades di Klaten, Sedot Anggaran Rp.11,9 Milyar

• Megawati – Surya Paloh Perang Dingin, Ada Apa?

• Tasyakuran Warga Baru PSHT 2019 di Tegaldowo Gemolong

Dikatakan Agus, apabila melakukan perbuatan hukum pemindahan atau penjualan saham, sebaiknya tunduk pada peraturan AD ART dalam PT UU nomor 40 taun 2017 tentang PT serta perjanjian lainnya.

Telah mendapatkan persetujuan oleb semua pihak. Justru yang terjadi saat ini cacat hukum, karena penjualan saham sebsar 70 persen dari PT SPN kepada Vijaya Fitriasa cacat hukum.

Di karenakan proses penjualannya dilakukan secara illegal dengan mengabaikan forum RUPS sebagai tempat membahas proses pemindahan dn penjualan saham.

“Seharusnya menawaekan dulu saham yang akan dijual, kami klub tidak pernah diajak dialog,” jelasnya.

Lebih jauh, Agus juga menyatakan terkait pentingnya forum RUPS untuk membahas atau penjualan saham, diatur dalam UU no 40 tahun 2007 tentan PT pasal 127 ayat 1 yang menyatakan keputusan RUPs mengenai penggabungan, peleburan dan pengambilalihan atau pemisahan sah apabila diambil sesuaj ketentuan pasal 87 ayat 1 yakni keputusan RUPS berdasar musyawah mufakat.

“Oleh karenanya hukum penjualan saham sebesar 70 persen dari PT SPN keoada Vijaya Fitriasa tersebut tidak syah dan cacat hukum karena telah melanggar ketentuan peraturan Anggaran dasar PT Persis Solo Saestu,” Pungkasnya. (Suci)

Editor: Rian

Share this:

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Copyright © LintasIndoNews.com | by Media Group AWPI.