Membuka Tirai Kebenaran

Perumda Air Minum Tirta Ampera IKK Sawit Berbagi Face Shield, Masker dan Hand Sanitizer

2 min read

Berbagi dengan pedagang kaki lima, Jumat (14/08/2020).

 

BOYOLALI, Pemerintah Indonesia dalam  Penanganan COVID-19, telah berkomitmem untuk tetap menjaga produktivitas, agar masyarakat tidak berlarut-larut dalam menghadapi  pandemi virus corona COVID-19, yakni dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi COVID-19.

Untuk itu, Sunarno SE selaku Dirut Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali, pihaknya tetap mengantisipasi.  Bersama Direktur teknik Anwar.SH dan Direktur Umum Chamid.SE  beserta Staf dan Jajaran,

Melalui Kepala Perumda Air Minum  Tirta Ampera Ibu Kota Kecamatan (IKK) Sawit Boyolali Joko Santoso SE beserta Istri selaku Dharma Wanita Perumda Air Minum Boyolali Indri Indah Permatasari AM.d, adakan kegiatan berbagi  ratusan masker Face Shield dan Hand Sanitizer kepada para pedagang kaki lima .

Lokasi kegiatan tidak jauh dari Kantor Unit Kecamatan Sawit. Tujuan berbagi masker ini untuk menjalankann  protokol kesehatan.

“Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari COVID-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru,” kata Joko Santoso kepada Media Lintasindonews.com Janter RS. Jumat (14/08/2020).

Lebih jauh, Joko yang juga aktif di Ormas Sapujagad ini, berharap boyolali harus selalu dalam kondisi aman dan menjadi zona hijau.

Siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” ujar Joko.

Menurutnya, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi, untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Dia memberi contoh, cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan.

“Kami berharap kebiasaan baru ini, harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik, ” Pungkasnya. (Janter RS)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.