Membuka Tirai Kebenaran

Polisi Kasih Peringatan Solo Rawan Pemilu, PDIP: Pelaku Orang Luar

1 min read
Aria Bima (Foto: dok. TKN Jokowi-Ma’ruf)

LintasIndoNews.com – Solo menjadi salah satu kota yang disebut Mabes Polri sebagai daerah rawan konflik terkait Pemilu 2019. Politisi PDIP, Aria Bima, tak sependapat penilaian diberikan untuk kota ‘kandang banteng’ tersebut.

“Warga Solo bisa menempatkan diri. Warga Solo tahu bagaimana memaknai perbedaan,” kata Aria Bima usai acara ‘Sosialisai 4 Pilar Kebangsaan’ di Sukoharjo, Sabtu (2/2/2019).

Dia menjelaskan, warga Solo sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Aria meyakini konflik tak akan terjadi hanya karena beda pilihan dalam pemilu.

“Perbedaan pilihan, perbedaan partai, bukan merupakan satu hal yang memecah belah. Kita sebagai warga Solo, perbedaan Pilpres, Pilkada, Pilgub, Pileg, sudah terbiasa berkali-kali dan tidak pernah menjadi suatu yang saling memisahkan,” ujarnya.

Namun demikian, dia tidak menampik adanya potensi kerawanan di kota yang merupakan daerah pemilihannya sebagai anggota DPR RI itu. Menurutnya, kerawanan bisa terjadi atas tindakan orang dari luar Solo.

“Kalau ada ribut itu asalnya dari lanjon (orang dari luar Solo),” ungkap pria asal Sukoharjo itu.

Dia pun meminta masyarakat tetap ikut menjaga kondusifitas Kota Solo. Pertemuan-pertemuan warga diminta agar terus dilakukan.

“Kami minta warga mengkonsolidasikan sendiri, ronda, pertemuan, majelis taklim. Kalau ada yang aneh-aneh mulai ditanya untuk apa tujuannya,” kata dia.

Sumber: detiknews

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.