Membuka Tirai Kebenaran

Posko Pengaduan Bansos Covid -19 Temukan Data Penerima BST Ds.Sumberjo, Pamotan Tak Tepat Sasaran

2 min read

LINTASINDONEWS.com,, REMBANG – Sebelumnya, seorang warga Desa Sumberejo Kecamatan Pamotan, Mino membeberkan sejumlah warga kaya di kampungnya yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai ( BST ) Satu sisi mereka tidak dicoret, tapi kenapa ia bersama sejumlah warga lain justru dicoret dari daftar penerima.

Karena dianggap pihak desa tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut sehingga beberapa orang mengadukan ke posko pengaduan Bansos Covid-19 Kabupaten Rembang.

Menindak lanjuti adanya pengaduan dari masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Desa Sumberejo Kecamatan Pamotan yang dinilai tidak tepat sasaran . Tim Posko Pengaduan Bansos Covid -19 yang tergabung dalam LSM Sembilan Naga melakukan monitoring
Dalam monitoring di desa tersebut ,
Tim menemukan beberapa nama mulai PNS , Pensiunan masuk dalam dartar penerima bantuan itu.

Ketua Gabungan LSM Sembilan Naga
Sunarto saat dikonfirmasi mengatakan setelah dilakukan klarifikasi oleh tim monitoring ke desa Sumberejo Pamotan pihaknya memperolah informasi ada beberapa warga yang berprofesi sebagai ,PNS, Perhutani,  istri Perangkat Desa, Pensiunan namanya masuk dalam daftar penerima bantuan BST

Selain itu ada juga nama Mantan Kepala Desa setempat masuk daftar penerima bantuan BST dan uang bantuan sebesar
RP. 600 Ribu telah di ambil yang bersangkutan pada Tanggal
13 Mei 2020.lalu

“Saat tim monitoring yang kami tugasi menemui Mantan Kades bernama Purwanto, ia mengaku kaget karena mendapat undangan untuk pengambilan BST iapun kemudian mengundurkan diri dari daftar sebagai penerima bantuan

“Ya kita tetap akan melakukan klarifikasi khasus pendataan yang ada di Desa Sumberjo Kecamatan Pamotan.
Sampai masyarakat miskin yang terdampak Covid 19 dapat terampu bantuan sosial dari Pemerintah.” terangnya

Perlu diketahui, Gabungan sembilan LSM yang dinamakan dengan Sembilan Naga itu membentuk Posko Pengaduan Bansos Covid 19.
Daripertama kali dibentuk hingga Senin (18/15/2020), Posko tersebut telah menerima pengaduan dari masyarakat di Kabupaten Rembang sebanyak 68 kasus.

Di mana, dari jumlah aduan tersebut 10 di antaranya telah berhasil dibantu dan kini masih dalam proses realisasi dari pemerintah ( TRI )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social