Membuka Tirai Kebenaran

PPDB Sistem Zonasi,19 SMK Swasta di Rembang Belum Penuhi Kuota Siswa Baru

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Sejumlah sekolah SMK swasta di kota maupun pinggiran yang jumlahnya ada sekitar 19 SMK swasta dan 6 SMK Negeri hingga mendekati hari penutupan ,penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih kekurangan kuota.

Sementara,  pendaftaran online sudah lama dibuka.

Tahun ajaran baru 2020 – 2021 pada bulan Juli 2020, berdasarkan data pendaftaran siswa baru di SMK Mohamadiyah Rembang,  60 persen atau 250 an siswa,  sedangkan SMK Mohamadiyah Rembang menarjetkan kuota 430 an siswa baru.

Untuk itu sekolah swasta harus semakin giat melakukan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk meningkatkan minat masyarakat.

Ketua Panitia penerimaan siswa baru SMK Mohamadiyah Rembang, Mahmud Wildan T,S.Pd, menjelaskan biasanya menjelang masuk sekolah pagu di SMK sudah terpenuhi. Hanya saja pihaknya masih heran dibandingkan tahun lalu tetapi jumlah pendaftar di SMK swasta masih belum tercukupi.

“Di sekolah saya saja baru terisi 60 persen, artinya pendaftar baru sekitar 250, untuk kuota di SMK kami 430 untuk 3 jurusan, ini setiap saat mengupdate data ,” urainya.

Ia melanjutkan, “ menurut kami untuk sistim zonasi di SMK Mohamadiyah tidak terlalu berpengaruh, justru yang sangat berpengaruh paling besar karena pandemi Covid -19, sehingga ekonomi dan sosialisasi berdampak,” terangnya.

Sementara itu kepala sekolah SMK Mohamadiyah Parno S,Pd ,Kalau memang tidak ada pemenuhan pagu kok sekolah swasta masih belum terpenuhi. Bisa jadi orang tua memang belum mendaftar karena mungkin ini masihbelum punya beaya, semoga dalam minggu –minggu ini banyak yang masuk ,”urai Parno Kepala SMK Mohamadiyah Rembang ini.

Parno juga merasakan pagu yang belum terpenuhi di sekolahnya. Sejauh ini baru terpenuhi 40 persen atau 210 siswa dari total pagu yang ditetapkan sebanyak 430 siswa.

“Menurun jauh dibanding tahun lalu sekitar 40 persen. Bahkan tahun lalu di bulan Juni sudah habis formulirnya,

Akan tetapi sekarang dari 750 formulir bari 370 yang keluar,”urainya.

Parno menduga penurunan siswa yang ada di sekolahnya sebagai imbas adanya penerapan PPDB zonasi pada tahun ini, selain itu banyak orang tua mendorong anaknya untuk masuk di sekolah negeri karena, sekolah negeri tidak di pungut beaya alias gratis.

Hal ini mungkin Juga karena adanya pandemi Virus Covid – 19, karena keterkaitan dengan uang pendaftaran sekolah SMK swasta juga mengalami imbas juga.

” Penerapan zonasi PPDB tahun ini, dan penyebaran virus Covid -19 sangat memengaruhi sekolah SMK Swasta, karena orang tua wali banyak yang kerkena Pemutusan Hubungan Kerja ,” ujarnya.

Dampak zonasi yang dirasakan sekolahnya adalah jika tahun-tahun sebelumnya, siswa yang punya NEM tidak terlalu tinggi akan memilih ke sekolahnya. Namun saat ini, karena yang diukur adalah jarak tempuh, maka siswa yang jarak rumah ke sekolah dekat diterima di sekolah negeri.
“Tapi kami masih optimis. Kami berharap bisa terpenuhi walau satu rombel,” ujarnya.( Insan )

 

Editor: seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social