Membuka Tirai Kebenaran

Preman Main Pukul Wartawan Media Lintas News Magazine Bikin Geram

2 min read

LINTASINDONEWS.com, CIREBON – Wartawan Lintas News Magazine menjadi korban kekerasan oleh salah satu warga dari Desa Wanakaya Kec.Gunung jati, kamis (16/1/2020).

Dia mendapat kekerasan setelah miskomunikasi dengan salah satu warga saat memantau pengerjaan di proyek pembetonan jalan di Desa Gesik Kec.Tengah Tani.

Peristiwa ini terjadi usai dirinya memantau pengerjaan rabat beton jalan gesik Saat itu ada miskomunikasi pada tersangka.

“saya kenal betul sama tersangka tapi tidak tau tiba – tiba saya di pukul,”akunya.

Benar saja, korban mengalami luka, bibir bagian atas mengakibatkan sobek dan berdarah pada bibir bagian atas.

Ketika ditemui rekan media untuk memberikan suport moril terhadap rekan seprofesi, saat melayangkan laporan tindak panganiyaan ke polsek kedawung cirebon. Korban berharap kasus ini segera di proses sesuai hukum yang berlaku.

Agar kejadian ini tidak terulang kembali ke rekan rekan wartawan lainya saat tugas di lapangan, tidak ada lagi wartawan menjadi korban kekerasan preman

Sementara Itu Anggota Polsek Kedawung Cirebon Aiptu Kristiyono, membenarkan adanya laporan dari  Naya Palgunadi selaku korban. Tentang kejadian tindak pidana penganiyayaan atau penganiyaan ringan yang di lakukan tersangka MD dari desa wanakaya di wilayah hukumnya.

“Selanjutnya kita akan melakukan olah TKPnya, dan kita Akan cari pelakunya agar bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya melawan hukum, “ungkapnya

Toto selaku kuwu Desa Wanakaya tentunya merasa perihatin atas kejadian tersebut, dia menyampaikan bagaimana pun juga, rekan media Palguna dari Lintas News Magazine itu adalah rekan media Pemdes Wanakarya.

” Nanti kita mintai keterangan pelaku apa masalah sesungguhnya, karena saya juga baru mendengar jadi tidak tahu persis kejadianya, “tukasnya saat di temui rekan media. (seno)

sumber: cirebonrayanews.com

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social