Membuka Tirai Kebenaran

Pria Perusak Baliho Demokrat Ini Mengaku di Suruh PDIP, Kok Tega?

2 min read

Mengaku Disuruh PDIP, Begini Tampang Perusak Baliho Demokrat. Ada yang Janggal?

LINTASINDONEWS.COM, NASIONAL –Misteri pengerusakan baliho milik Partai Demokrat mulai menemukan titik terang. Seorang pelaku pengerusakan berhasil ditangkap. Ia bernama Heryd Swanto, seorang pemuda berusia 22 tahun.

Kronologi penangkapan terjadi saat saksi bernama Donal Zakirman sedang melintas di jalan tersebut. Ia melihat seseorang sedang memanjat baliho kemudian berteriak. Heryd segera turun dan lari, tapi bisa tertangkap.

Heryd kemudian dibawa ke Hotel Pangeran tempat SBY dan kader Demokrat lainnya menginap. Saat diinterogasi, Heryd mengaku disuruh PDIP untuk melakukan pengerusakan.

“Budi namanya bang, Budi Utoyo panggilannya bang. Dia orang-orang suruhan PDI juga pak,” ujar Heryd seperti dilansir dari detik.com (16/12/2018).

Pelaku kemudian diserahkan kepada polisi untuk diproses lebih lanjut.

Dari peristiwa ini, ada beberapa hal yang cukup janggal.

Pertama, politik kasar seperti ini tentunya sangat merugikan pelaku sendiri. Jika benar PDIP yang menyuruh melakukan ini, sama saja mereka bunuh diri. Kasus seperti ini pasti akan ramai di sosial media.

Kedua, pelaku dengan mudah ditangkap oleh saksi yang seorang diri dan kemudian segera menyerahkannya kepada kader Demokrat. Jika saksi juga kader demokrat, hal ini terasa wajar. Tapi kalau bukan, sungguh berhati mulia sekali mau repot-repot melakukan tindakan beresiko ini dan langsung paham kemana harus menyerahkan tersangka.

Ketiga, SBY langsung reaktif dan menggiring opini dengan menyatakan dia bukan kompetitor Jokowi. Demikian juga dengan kader Demokrat lainnya, seperti AHY dan Andi Arief.

Untuk menemukan kebenaran dalam hal ini, tentunya peran polisi yang independen sangat diperlukan. Kita tunggu saja apakah ini akan jadi kasus yang panjang atau hanya sekedar bumbu-bumbu kampanye yang akan segera dilupakan.

Sumber: ucnews

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.