Membuka Tirai Kebenaran

PTSL Desa Glagahwangi Diduga Jadi Ajang Pungli, Pungutan Hingga Rp. 500 ribu Perbidang

1 min read

KLATEN, Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2020, pembuatan sertifikat secara massal dengan syarat mudah, murah dan cepat  selesai di desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten sebanyak 330 di warnai bidang diwarnai aksi yang tidak terpuji.

Pungutan untuk biaya tersebut melampui batas yang telah ditentukan pemerintah melalui SKB tiga menteri untuk Jawa dan Bali yakni sebesar Rp.150.000,-.

“Adapun pungutan di desa tersebut adalah sebesar Rp.500.000,-  diduga kelebihan biaya sebesar Rp.350.000,- adalah ilegal alias pungli karena tidak ada dasar hukumnya, kalau hanya berdasarkan kesepakatan pemohon tidak bisa dijadikan acuan pelaksanaan, “ungkap Sigit dari LSM GANNAS.

Sementara itu kepala desa setempat ketika ditemui mengatakan, terkait PTSL ditangani oleh pokmas yang diketuai Mardjono.

“Silahkan tanya langsung dengan yang bersangkutan dan desa tidak ikut campur,” tandas Kades wanita ini.

Di tempat terpisah, saat di konfirmasi ketua pokmas Mardjono membenarkan jumlah bidangnya dan nilai nominal pungutan, yakni untuk PTSL desa Glagahwangi sebanyak 330 bidang dengan biaya sebesar Rp.500.000,-

Lebih lanjut, Mardjino menyatakan jumlah tersebut berdasarkan kesepakatan musyawarah dengan pemohon, sedangkan sisa dari biaya tersebut digunakan untuk operasional panitia, biaya saksi, dan pendampingan ukur.

“untuk surat keterangan waris semua kami gratiskan,”ujarnya.

Namun ketika disinggung dasar hukumnya berani memungut dengan nominal sebesar itu, Mardjono hanya tertunduk dan diam. (Tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social