Membuka Tirai Kebenaran

Puncak Peringatan HPN Ke 74 PWI Rembang Potong Tumpeng dan Doa Bersama

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Peringatan Hari Pers Nasional ( HPN )ke 74 Kabupaten Rembang diperingati dengan sangat sederhana di sekretariat PWI Rembang di komplek gedung Kartini Rembang, dengan memotong tumpeng dan makan bersama. Peringatan HPN tersebut dihadiri dari unsur Pembina ,ketua dan pengurus PWI Kabupaten Rembang.

Ketua PWI Rembang Mussafak dalam sambutanya , “Pada peringatan HPN ke 74 tahun 2020 ini, kita insan pers yang tergabung dalam organisasi PWI Kabupaten Rembang , akan terus berkontribusi memajukan daerah,lewat karya jurnalistik.” Paparnya. Acara dilanjutkan dengan do’a dan potong tumpeng,serta makan bersama.

Masih dalam rakaian kegiatan HPN ,Malamnya belasan wartawan yang bergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang sowan dan ngaji bareng ulama KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha’) di Pondok Pesantren Tahfidz di Desa Naru’an, Kecamatan Kragan.

Dalam kesempatan itu pengasuh pondok Tahfidz mengajak wartawan untuk menjalankan profesinya. Karena, pada dasarnya, profesi seorang wartawan sudah sejak dulu ada pada zaman nabi.

“Sebetulnya profesi wartawan sudah ada sejak zaman nabi dulu. Soal berita hoaks propaganda, menjelek – jelekkan yang lain itu sudah ada,” jelasnya.

Namun demikian semua profesi kata Gus Baha’’ kalau digunakan untuk hal yang tidak baik, juga akan menjadi sarang dosa.

Pada zaman nabi, lanjut Gus Baha”, profesi wartawan juga disebut juga sebagai seorang penyair yang dapat mempengaruhi masyarakat karena mereka sangat ikhlas.

“Zaman nabi ada profesi wartawan disewa untuk suruhan raja tertentu, untuk mengambil kebijakan, profesional. Karena dulu juga obyektif tidak dikemas, mereka juga di bayar. Tapi kemudian ada pemain yang tidak obyektif juga ada,” jelasnya.

Sedangkan media yang dimanfaatkan ialah Ka’bah, sebagai sarana atau majalah dinding yang dapat di baca oleh masyarakat zaman dahulu.

“Dulu itu, Ka’bah, digunakan untuk sarana papan informasi masyarakat. Ditempel disitu, karena banyak di kunjungi puluhan ribu masyarakat,” bebernya.

Ada sejumlah agenda diselenggarakan oleh PWI Rembang untuk peringatan HPN 2020. Seperti, ziarah kubur dan tahlil ke makam wartawan,olah raga dan bakti sosial penyerahan bibit tanaman dan buku bacaan pada disejumlah sekolah dasar di daerah terpencil .(Insan)

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social