Membuka Tirai Kebenaran

Ribuan Kendaraan Selama Arus Mudik,Arus Balik Diperketat dipos Perbatasan Jateng – Jatim

3 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Orang nomor satu di polda Jawa Tengah , Irjen Pol Achmad Lutfi, Selasa siang 26 /05 / 2020 melakukan kunjungan kerja ke pos penyekatan perbatasan Jawa tengah – Jawa Timur, di Jembatan Timbang Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

Kapolda memberikan brifing arahan kepada personel kepolisian dan gabungan yang bertugas dipos tersebut , terkait dampak penyebaran pandemi Covid – 19.
Kapolda bersama rombongn pejabat utama Polda Jateng.

Hadir juga Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto dan Kapolres eks-Wilayah Pati, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Forkopinda Kabupaten Rembang, Dandim 0720 Letkol Arh Andi Budi Sulistianto serta Wabup Bayu Andriyanto.

Kapolda Jawa Tengah menyampaikan arahannya antara lain adalah pintu arus balik ke Jateng, Petugas diminta melakukan pengecekan secara detail terhadap kendaraan yang terindikasi melakukan arus balik. Petugas diarahkan bersiaga penuh, terutama di dua pintu perbatasan Jawa Tengah di Pantura Kecamatan Sarang, serta perbatasan Kecamatan Sale dengan Kecamatan Jatirogo Tuban Jawa Timur .

Di dua lokasi tersebut saat ini sudah dibentuk pos penyekatan gabungan.
Kapolda juga mengingatkan tentang pentingnya mengantisipasi jika terjadi perubahan status menjadi Merah 1 dan Merah 2 atau Merah 3. Langkah-langkah persiapan harus dilakukan oleh Kapolres di masing-masing wilayah jika status tersebut diberlakukan. Menurut Lutfi, status Merah 1 menandakan pandemi Covid-19 sudah merajalela. Dalam posisi seperti ini, jajaran terkait harus sudah menyiapkan rumah sakit rujukan, serta ketersediaan tenaga medis dan sarana pendukung lainnya.
“Tenaga medis juga begitu, rekrut perawat, dokter. Berapa jumlah APD yang ada.

Bagaimana pemakaman (korban). Tahap ini belum ada penyekatan, maka anggota harus dilengkapi APD yang siap. Perlu kerja sama dengan Pemkab, Pemkot dan TNI,” jelas Kapolda.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Sutisna menyebut, ribuan kendaraan tersebut dipaksa putar balik dari berbagai titik perbatasan di Jawa Tengah.
“Ada sekitar 5.300 kendaraan yang sudah kita putar balikkan pada arus mudik Lebaran ini,” ujar Iskandar saat mendampingi Kapolda Jawa Tengah di pos perbatasan Jateng-Jatim di Kecamatan Sarang, Rembang , Selasa(27/5/20) 
Dia memastikan, seluruh kendaraan yang sebelumnya telah lolos pada arus mudik kemarin dan hendak kembali ke tempat asal di luar wilayah Jawa Tengah akan dipaksa untuk putar balik. Menurutnya, penyekatan akan diperketat di seluruh pos perbatasan Jawa Tengah.

“Sudah dimulai pengetatan pengecekan penyekatan kendaraan arus balik. Artinya kendaraan kendaraan yang keluar jawa tengah tidak boleh. Khususnya yang untuk tujuan ke Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini betul-betul pemeriksaan lebih ketat, diupayakan pemeriksaan seluruh surat menyurat disini. Jadi apabila ketahuan dari Jawa Tengah akan keluar, itu tetap akan kami ambil tindakan untuk diputar balikkan untuk kembali ke Jawa Tengah,” paparnya.

Khusus pantura perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Iskandar menyebut Kecamatan Sarang menjadi pintu akses terbesar pemudik dari Jawa Timur. Sesuai data, akses kendaraan yang keluar masuk di titik ini yang paling besar jika dibanding dengan titik perbatasan Jateng lainnya.
“Dan hari ini kita tadi lihat data, di pos Sarang, biasanya setiap hari sekitar 30 sampai 40 kendaraan yang kita putar balik. Kalau disini paling penting, karena ini pintu masuk keluar dari Jawa Timur. Pintunya betul, dari data disini, kendaraan paling banyak masuk dari sini, di Rembang ini,” paparnya.

“Sementara ini kita teguran lisan, kita upayakan persuasif kepada mereka yang tetap balik entah itu ke Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Timur. Operasi kita tetap berlanjut sampai nanti tanggal 30, kita lihat perkembangan,” pungkasnya ( Insan )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.