Membuka Tirai Kebenaran

Rohmah Suciati: Demi Harkat Martabat Perempuan Siap Berjuang

2 min read
Gambar dan nomer urut 8

Nama : Rohmah Suciati . Alamat : Solo Tgl Lahir : 12 November. Anak : 2 . 1 Muzaky Razan Ikhsan Ma’aly 2 Adib Gymnastiar

LintasIndoNews.com, Solo — Salah satu persoalan serius yang masih kurang mendapat perhatian pemerintah saat ini adalah tentang upaya menghargai harkat dan martabat perempuan. Masalah gender tetap mendominasi perikehidupan kaum perempuan, kendati emansipasi sudah diperjuangkan sejak jaman RA Kartini.

Berpose Simbol capres nomer dua

Hal itulah yang mendorong Rohmah Suciati seorang jurnalis senior yang terjun menjadi calon legislatif (Caleg). Dia mencalonkan diri sebagai caleg perempuan dari partai Gerindra untuk Dapil Pasar Kliwon dan Serengan. Ada beberapa partai besar yang meminang dirinya untuk menjadi caleg guna memenuhi kuota perempuan diwilayahSerengan dan Pasar Kliwon. Namun pilihannya jatuh pada Gerindra dengan alasan, visi misi dan pandangan Pak Prabowo sejalan dengan hati dan pikirannya.

“Saya dari dulu mengagumi beliau dan saat ini hanya beliaulah yang paling pantas memimpin bangsa ini,” katanya tegas.

Di solo, kata dia berdasarkan pengalaman lapangannya sebagai seorang jurnalis, beberapa kasus perempuan seperti pelecehan seksual, diskriminasi hak dan juga kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) masih banyak terjadi. Bahkans aking banyaknya dia sampai memberikan jasa layanan advokasi dan konsultasi gratis kepada para perempuan yang mengalami KDRT dan diskirminasi gender lainnya. Dia menerima pengaduan di hot line 081390254390.

”berbagai pelanggarn hak dan pelecehan wanita ini disebabkan dalam prakteknya posisi hukum wanita masih sangat lemah di masyarakat, inilah yang ingin saya perjuangkan,” tandasnya.

Berkait dengan masalah pererempuan ada korelasinya dengan masalah pendidikan. Terutama pendidikan terhadap anak serinbng kali dibebankan kepada seorang perempuan ( ibu). Karena itu pula pihaknya juga memandang pendidikan sebagai hal urgen yang harus terus diperjuangkan.

“Terutama pendidikan agama dan budi pekerti, agar anak-anak kita bisa terhindar dari penyakit sosial seperti judi, narkoba dan perkelahian antar pelajar,” tambahnya.

Menurut dia pendidikan di sekolah tidaklah cukup untuk membina anak-anak kita menjadi orang yang baik. Justru pendidikan lingkungan rumah jauh lebih dominan dan penting. Termasuk pula dalam hal ini pengawasan terhadap anak-anak atas pengaruh informasi yang liar di dunia internet lewat laptop ataupun gadget. Untuk bisa memberikan p-enyadaran kepada gebnertaswi muda akan bahaya gadget atau informasi yang terlalu bebas,perlu adanya gerakan sosialisasi sampai ke tingkat RT/RW bahkan rumah. Artinya gerakan penyadaran tersebut harus dilakukan secara massif dan menjadi program utama dari pemerintah.

“Saat ini belum ada gerakan yang secara terprogram menangani hal ini, padahal ancaman pergaulan bebas dan informasi sesat tiap detik sudah membayangi para generasi muda,” tegas Suci.

Keprihatinan inilah yang mendorongnya untuk bisa “jadi” menjadi wqakil rakyat, agar suara dan aspirasinya nanti bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah (**)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.