Membuka Tirai Kebenaran

Salam Kebhinekaan , Salam Pancasila

2 min read

Salam Kebhinekaan, Salam Pancasila

Foto: dok. Redaksi


Oleh: Wachid Pratomo
Pemerhati Politik dan Sejarah

Salam sejatinya merupakan pembuka sebuah kegiatan serta simbol keakraban satu dengan lainnya. Saking beragamnya keyakinan dan budaya di republik ini, istilah “salam” sepertinya menjadi klaim sendiri-sendiri atas fanatisme kelompok atau agama. Padahal, “salam” merujuk pada akar katanya yang diadopsi dari bahasa Arab, “salima” mengandung pengertian “selamat dari bahaya”.

Kata ini jelas memiliki makna yang universal yang berarti mendoakan pihak lain agar selamat dari apapun yang akan membahayakan dirinya. Salam tak lepas dari hiruk pikuk politik, karena salam adalah jargon bagi setiap kontestan untuk mempermudah konstituen dalam mengingat slogannya.

Namun terkadan salam juga bisa menghantarkan seseorang masuk penjara bahkan dipecat dari jabatannya. Era politik terbuka saat ini semua calon pemimpin mempunyai salam sesuai no urut pemilihannya, namun tentu dimodifikasi menjadi eye catching.

Ada salam satu jari bagi pasangan urut satu serta salam vista dengan ibu jari dan telunjuk bagi pasangan no urut dua.
Saya tidak akan bahas kedua salam tersebut namun alangkah aman dan nyamannya jika kita kenalkan “salam pancasila” guna merawat dan menjaga tetap kokohnya kebhinekaan kita menjelang dan setelah masa politik pemilu selesai.

Adapun setiap negara mempunyai salam kebangsaan , nah Indonesia memiliki salam khas yaitu Salam Pancasila yang dimetamorfosekan menjadi salam kebangsaan untuk menggugah jiwa nasionalisme anak bangsa. Salam Pancasila dilakukan dengan cara mengangkat tangan kanan dan membuka kelima jari lalu memekikan “salam pancasila”.

Nah salam ini bisa kita aplikasikan saat membuka acara, saat berfoto selfie serta saat dimana acara yang membutuhkan salam nasionalisme tentunya. Semoga dengan salam ini kita kembali bisa mengingat betapa saktinya Pancasila dari saat era dicetuskannya sampai detik ini. Dengan demikian kita dapat merawat kebhinekaan yang hampir saja terkoyak oleh perbedaan pendapat dalam pemilu.

Akhirnya mari kita dengungkan salam kebangsaan kita, salam khas Indonesia “ Salam Pancasila”. (***)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.