Membuka Tirai Kebenaran

Sedekah Bumi Desa Mojoroto, Refleksikan Rasa Syukur di Petilasan RM Said Sendang Bejen

2 min read
Kades Mojoroto Trimanto,S.Pd (foto:seno)

Lintasindonews.com, Karanganyar.
Guna melestarikan budaya sedekah bumi desa mojoroto kecamatan mojogedang kabupaten karanganyar, Kepala Desa Mojoroto Trimanto,S.Pd menyampaikan sejarah silam dan  asal usul mengapa Rasulan atau sedekah bumi diadakan di sendang Bejen Dusun Dawe.  Hal itu terkait dengan sejarah Desa Mojoroto yang tidak bisa lepas dari keberadaan sendang Bejen yang berada di Desa Dawe.

Di Desa tersebut juga ada sumber mata air dan bukan merupakan sumber mata air biasa, akan tetapi ada sejarah yang mengandung nilai historis dan tempat religius bagi masyarakat sekitar.  Pada umumnya dan dulunya dapat dipercaya sendang tersebut bekas petilasan perjuangan RM Said atau Pangeran Samber Nyawa.

” Dalam mengatur strategi perang melawan penjajah Belanda, pada waktu itu pangeran samber nyawa sering bertirakat memohon kekuatan serta keselamatan pada sang pencipta dan juga menghimpun kekuatan para prajurit perang untuk menghimpun kekuatan melawan penjajah yang bermaksud ingin menguasai tanah jawa,”  ungkap Trimanto.

Ia juga mengatakan untuk mengenang serta melestarikan keberadaan RM SAID di sendang Bejen warga masyarakat Desa Mojoroto berupaya dan berusaha nguri-uri kembali dengan perayaaan acara Budaya Sedekah Bumi agar budaya dan sejarah tidak hilang di telan masa.

” kedepan kami berharap ikon tersebut dapat menjadi tempat wisata yang dapat menarik perhatian dari turis lokal dan asing,” katanya.

Masih apa kata Trimanto, saat musim kemarau seperti ini sumber mata air tersebut dapat digunakan untuk pengairan sawah masyarakat dan untuk kebutuhan sehari-harinya.

” Penataan lingkungan sendang Bejen sangat perlu,agar lokasi disekitar sendang lebih terlihat bersih cantik menarik para pelancong, untuk itu Pemdes dan masyarakat berbenah membangun gerbang pintu masuk, pagar jembatan merah dan jalan masuk ke sendang, ” jelas Pria yang biada di sapa Trimanto ini.

Kemudian menurutnya, perlu di percantik dengan keberadaan payung warna – warni dan lampu hias serta akar pohon dibentuk jambu cinta sehingga membuat rasa nyaman untuk bersantai ria, sangat cocok untuk melampiaskan Boby Selfi para pemuda, tukasnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Yuliatmono dalam pernyataannya, keberadaan Sendang Bejen sebagai salah satu titik tempat tirakatan dan perjuangan RM Said melawan penjajah, sehingga dapat menginspirasi bagi masyarakat setempat,jelasnya.

Di sisi lain perayaan Rasulan atau sedekah bumi dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil panen masyarakat Desa Mojoroto Kecamatan Mojogedang. Acara tersebut dihadiri Bupati Karanganyar beserta jajarannya dan Muspika setempat, serta mahasiswa dari UNS yang sedang KKN, juga dimeriahkan pentas seni ketoprak, juga gelar makanan hasil olahan para ibu -ibu PKK desa setempat. ( Sur )

Kontributor : Seno Aji

Editor : Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.