Membuka Tirai Kebenaran

Sekda Konsel Takziah di Kediaman Alm. Lurah Kolono

2 min read
Sekda sedang berziarah di rumah duka

LintasIndoNews | Konawe Selatan — Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Selatan (Konsel), Ir. Drs. H. Sjarif Sajang, M.Si di dampingi Kabag Humas, Muh Taufik Amin Lar, AP., M.Si dan Kabag Kesra, Hamlin S Ode Maka, S.Pd melayat kerumah duka Almarhum Nuralim, S.Sos Binti Sepa Rembasa di Kelurahan Kolono, Kecamatan Kolono, Selasa (18/6/2019).

Sekda dan jajaran di rumah dula

Turut melaksanakan takziah Camat Kolono, Hasbi, Anggota DPRD yang juga mantan Camat Kolono, Anshari Tawulo, Sekwan, Jeni, Camat Kolono Timur, Hamsir, para Lurah se-Konsel yang tergabung dalam Asosiasi Lurah, serta di hadiri ribuan masyarakat yang turut mengantar keperistrahatan terakhirnya.

Almarhum Nuralim semasa hidupnya merupakan Lurah Kolono masa bhakti 2015 hingga berpulang kerahmatullah, yang juga salah satu putra daerah terbaik yang dimiliki masyarakat Kecamatan Kolono dan sekitarnya. Meninggal karena sakit dan sempat di rawat di RS Bhayangkara Kota Kendari beberapa hari.

“Seyogyanya Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, akan melawat kerumah duka ini, namun karena sedang tugas ke luar kota, maka di wakilkan kepada saya, juga mewakili Pemda Konsel,”kata Sekda, Sjarif Sajang saat membawakan Tausyiah di hadapan para pelayat, Selasa (18/6/2019).

Untuk itu, ucap Sjarif, atas nama pribadi, keluarga dan Pemda Konsel menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Putra terbaik Konsel, Kecamatan Kolono pada khususnya. Sekaligus permohonan maaf almarhum jika semasa hidupnya ada kata dan tindakan yang menyinggung hati saudara sekalian.

“Atas nama keluarga besar dan Pemda Konsel, menyampaikan kepada seluruh masyarakat, jika selama hidupnya almarhum berbuat tidak etis dan dalam menjalankan tugas negara belum menunaikannya, mohon di maafkan, termasuk hutang tolong disampaikan kepada keluarga,” ujar Sjarif.

Mantan Kadis Perhubungan Kota Kendari ini juga menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat kepada almarhum dalam memimpin dan menjalankan roda pemerintahan, sekaligus berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah menjalani cobaan yang menimpa.

“Kiranya seluruh keluarga yang ditinggal dapat diberikan ketabahan dan melepaskan kepergian almarhum dengan penuh keikhlasan serta berdoa agar ruh dan amal ibadahnya diterima disisi ALLAH SWT, sebab hidup dari setiap manusia menjadi rencana dan milik sang pencipta, olehnya itu mau tidak mau kita juga harus siap dan mendapat giliran serta meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,” tandasnya.

Almarhum Nur Alim, lahir pada tanggal, 06 Juli 1973 dan berpulang kerahmatullah karena sakit dalam usia 46 tahun, tepat pada pukul 02.00 dinihari di RS Bhayangkara, dan meninggalkan seorang istri dan 2 anak perempuan serta 1 anak laki-laki. Dimana, jenazah dikembumikan di belakang kediaman orang tuanya di Kelurahan Kolono, di sebelah pusara ayahandanya, Alm Sepa Rembasa yang juga telah berpulang kealam baka. (Edi)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.