Membuka Tirai Kebenaran

Sektor Pertanian Zona Ekonomi Paling Kuat Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Ini Kata DPRD Provinsi Jateng Komisi B, H. Sumanto, SH

2 min read

Anggota DPRD Provinsi Jateng Komisi B, H. Sumanto, SH

JAWA TENGAH, Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) memberi dampak yang dahsyat bagi perekonomian dunia. Laju pertumbuhan ekonomi global diprediksi anjlok hingga ke level negatif tahun ini. Bahkan beberapa Negara besar telah tumbang dihantam resesi ekonomi.

Negara-negara yang secara resmi dinyatakan memasuki jurang resesi adalah Amerika Serikat, Jerman, Hong Kong, Korea Selatan serta Singapura. Hal yang hampir sama dialami oleh banyak negara termasuk Indonesia. Covid-19 bagaikan badai yang sempurna dalam memporakporandakan perekonomian nasional.

Berbagai kebijakan yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19, seperti penutupan sekolah dan beberapa kegiatan bisnis, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.

Hingga pertumbuhan negatif (biasa disebut dengan istilah kontraksi) tersebut disebabkan oleh adanya PSBB yang menghambat berbagai kegiatan ekonomi. Pemberlakuan PSBB di berbagai daerah memberikan tekanan sangat besar terhadap ekonomi Nasional.

Saat ini sebagai penyangga perekonomian Nasional di masa pandemi, Sektor pertanian merupakan zona ekonomi yang paling kuat bertahan dari dampak pandemi Covid-19 disaat sektor jasa dan manufaktur menjadi zona yang paling terpukul. Hal ini seperti apa yang di sampaikan Anggota DPRD Provinsi Jateng Komisi B yakni H. Sumanto, SH kepada tim Media ini di kediamannya. Kamis (19/11/2020)

Dia katakan sektor pertanian memiliki kontribusi perekonomian terbesar. Dilihat dari sisi pertumbuhan ekonominya.

“Sektor pertanian salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan positif hingga 16 persen, dan ini sebenarnya menjadi momentum yang sangat bagus untuk pemerintah agar lebih fokus di pertanian, karena sudah di uji di seluruh dunia hanya Indonesia yang tumbuh, “Jelas mantan ketua DPRD Karanganyar ini.

Lebih jauh Sumanto juga mengakui, saat pandemi seperti ini pembangunan fisik sedang menurun karena di sertai pemasukan yang menurun pula.

“Untuk saat ini memang pembangunan fisik banyak pengurangan, dan pemerintah fokus untuk pemberdayaan bagi yang terdampak Covid 19,” Jelasnya.

Ketika di tanya seputar dampak positif Covid 19 ini, Sumanto menyatakan tidak ada segi positifnya, namun karena di saat pandemi ini sektor pertanian semakin tumbuh, dia berharap justru kedepan pemerintah harus lebih intensif lagi.

“Dampak pandemi ini tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir, namun harapan kami pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian Harus lebih di tingkatkan lagi, ” Pungkasnya. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.