Membuka Tirai Kebenaran

Semua Pejabat Kabupaten Rembang Jalani Tes Rapid

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kesehatan melakukan rapid test massal terhadap sejumlah pejabat di daerah setempat.

Hasilnya, ada 5 pejabat dinyatakan reaktif. Rapid tes yang dilaksanakan hari rabu siang ( 25 juni 2020 ) ditempat pus kesmas 2 kecamatan kota Rembang.

 
Pelaksanaan rapid test itu dilaksanakan selama 1 hari, mulai jam, 08.00 – 08.30 wib, Sekda rembang, assisten I dan II.

Jam , 08.30 – 09.00 wib semua Kabag di lingkungan Setda dan OPD Sekabupaten Rembang, Jam, 09.00 – 09.30 wib ,Camat sekabupaten Rembang .

Kepala Puskesmas Rembang 2, Dr. Rehulina saat di hubungi wartawan Lintasindonews.com menuturkan.

“Pagi ini pelaksanaan tes rapid semua pejabat Pemkab Rembang, Sekda, Assisten, Kepala Dinas OPD dan Camat Se Kabupaten Rembang.
“ Hasilnya bisa langsung, namun nanti kami serahkan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, nanti Dinas Kesehatan yang akan menyampaikan’’, jelasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Rembang Mualif, mengatakan, “pejabat yang hasil rapid tesnya reaktif adalah 3 Camat, dan 2 Kepala OPD. Dari 3 Camat yang reaktif, 1 di antaranya indicator hasil rapid menunjukkan tanda samar alias tipis.”

Lanjut Mualif, ” Atas hasil tersebut seluruh pejabat yang dinyatakan reaktif diwajibkan melakukan isolasi mandiri. Mereka seluruhnya dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala sakit.”

Mualif juga mengatakan, ” Selanjutnya Pemkab Rembang juga akan memfasilitasi mereka dengan tes swab. Sebelum tes swab keluar,  para pejabat tersebut tetap diwajibkan menjalani isolasi mandiri.

Diakuinya sebagian pejabat merasa was-was saat harus menjalani rapid tes.
Sudah banyak contoh, reaktif rapid tes saat swab menjadi negatif atau positif.

Sementara mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan akan dilakukan swab. Ini bisa menimpa siapa pun (bukan aib),” terang Mulaif.
Atas kondisi itu, ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam menjalani protokoler kesehatan. Hal itu menjadi kunci untuk menjaga keselamatan diri, keluarga dan loingkungan sekitar.
Mualif menambahkan “Tidak perlu takut ditertawakan, selalu menggunakan masker dan perbanyak hand sanitizer. Jangan sampai lengah, sering-sering cuci tangan menggunakan sabun, disipolinn dan selalu waspada.”

Mualif memastikan Pemerintah kabupaten Rembang belum akan mengurangi aktivitas keramaian seperti pasar. Sebab, hasil yang diperoleh baru berdasarkan rapid. Kecuali jika nanti sudah ada kepastian hasil melalui swab kebijakan tersebut akan dipertimbangkan.(Trie)

 

Editor: seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.