Membuka Tirai Kebenaran

Serba-serbi Pilkades Karanganyar, di Ngringo Ada Calon Lulusan S2

2 min read
Ilustrasi

LintaIndoNews.com, Karanganyar  — Inilah fenomena politik pilihan langsung atau Demokrasi tertua di Indonesia, yang akan di gelar ada yang menarik, pasalnya sorang lulusan S2 dan empat lulusan S1 bakal bertarung memperebutkan kursi jabatan Kepala Desa (Kades) Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, pada Pilkades, 20 Februari mendatang.

Kelimanya adalah calon kepala desa (cakades) yang lulus seleksi tambahan secara tertulis di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Kamis (24/1/2019) lalu. Seleksi tambahan diadakan karena jumlah pendaftar cakades melebihi ketentuan maksimal lima orang.

Total pendaftar cakades Ngringo ada 11 orang. Mereka yakni Sarwosih, Widodo, Sudi Prasetyo, Anton Sudibyo, Indarto Setiawan, Supardi, Sugiharto, Ratih Juniati, Winarso, Suparman, dan Sardiman. Sedangkan jumlah pemilih di Ngringo sebanyak 17.695 orang.

Sesuai peraturan, cakades yang mengikuti pilkades di setiap desa minimal dua orang dan maksimal lima orang. Panitia Pilkades menggelar ujian tertulis guna mengerucutkan jumlah cakades dari 11 orang menjadi lima orang.

Ujian tertulis berlangsung di Unisri Solo. Lima orang dinyatakan lolos yakni Suparman, S.Pd. (guru); Winarso, S.H. (PNS Pemkab Karanganyar); Sardiman, S.Ag. (Kades Ngringo/petahana), Widodo, S.H., M.H. (Bendahara Desa Ngringo), dan Indarto Setiawan, S.E. (karyawan swasta).

“Setelah ini, tahapan selanjutnya penetapan cakades dan pengundian nomor urut, Senin [28/1/2019] pukul 14.00 WIB,” kata Ketua Panitia Pilkades Ngringo, Lasa, kepada Solopos.com, Sabtu (26/1/2019).

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintah Desa Setda Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan jumlah desa yang menggelar pilkades serentak, Rabu (20/2/2019) mendatang, ada 145 desa. Secara keseluruhan hanya 17 desa yang tidak ikut pilkades.

Dari 145 desa yang mengelar pilkades, enam desa menyelenggarakan ujian tertulis karena jumlah cakades lebih dari lima orang. Desa-desa itu yakni Menjing (Jenawi), Ngringo (Jaten), Kedungjeruk (Mojogedang), Rejosari (Gondangrejo), Puntukrejo (Ngargoyoso), Tohudan (Colomadu).

“Total cakades di enam desa itu ada 42 orang. Dari jumlah itu, masing-masing desa diambil lima orang. Jadi, lima orang dikalikan enam desa [30 orang]. Semua desa menggandeng pihak ketiga saat menggelar ujian tertulis [Unisri Solo]. Ujian tertulis berlangsung aman dan lancar,” katanya.

Sumber: solopos.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.