Membuka Tirai Kebenaran

Sirekap Alami Error, KPU Rembang Gunakan Rekap Suara Manual

2 min read

REMBANG – Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Rembang hingga saat ini Selasa (15/12/2020) telah memasuki tahap rekapitulasi surat suara tingkat kabupaten. Hal itu disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang dalam Rapat Pleno Terbuka yang berlangsung pagi ini di Balai Kartini Rembang.

Rapat tersebut selain dihadiri oleh pihak Bawaslu Rembang dan para saksi dari masing-masing paslon, juga dihadiri Forkopimda.
Penjagaan super ketat oleh petugas polres rembang, mulai pintu gerbang masuk halaman kantor bupati hingga masuk area halaman gedung balai Kartini di jaga ketat. Sidang pleno terbuka rekapitulasi kabupaten rembang dibuka mulai pukul 10.00 wib.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Iqbal Ika Fahmi dalam pembukaan rapat pleno terbuka mengatakan penyelenggaraan ini sesuai rentan waktu yang telah di canangkan sebelumnya. Ya itu menurut dalam pkpu 5, yang menyebutkan rentan waktu rekapitulasi tingkat kabupaten dilakukan antara tanggal 13 hingga 17 Desember 2020. “Kabupaten Rembang melaksanakan rekap dilaksakan pada hari ini tanggal 15 Desember 2020,” jelas Ibal.

Rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Rembang, menggunakan aplikasi Sirekap mengalami gangguan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang terpaksa menggunakan cara manual melalui sistem Excel. Oleh karena itu, proses rekapitulasi akan membutuhkan waktu lebih lama.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Moh Zaenal Arifin menjelaskan hal itu ketika akan memulai rekapitulasi suara manual di Gedung Balai Kartini Rembang, Selasa (15 Desember 2020). “Gangguan Sirekap tidak hanya di Kabupaten Rembang, makanya disetujui ya kalau kami gunakan secara manual dengan Excel, “ tanya Zaenal yang kemudian disetujui pihak saksi pasangan calon dan Bawaslu.
Rekapitulasi suara manual dimulai sekitar pukul 10.00, kemudian diskors pukul 13.50 untuk istirahat satu jam. Saat diskors, rekapitulasi suara baru menyelesaikan lima kecamatan, yakni Sumber, Bulu, Gunem, Sale dan Kecamatan Sarang. Hingga skors, pasangan calon nomor urut satu, Harno – Bayu Andriyanto mengantongi 62.717 suara, sedangkan paslon dua, Abdul Hafidz – Hanies Cholil Barro’ mendapatkan 64.843 suara.
Saksi pasangan calon Harno – Bayu, Ali Ircham sempat memprotes soal kotak suara tidak tersegel di salah satu TPS di Kecamatan Sale. Selain itu, ada tiga orang pemilih di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang yang menurutnya tidak memenuhi syarat, tapi bisa menyalurkan hak suara. Karenanya, ia mendesak diadakan pemungutan suara ulang.
“Dia kan masuk sebagai daftar pemilih tetap tambahan, mana formulir A5 nya, tidak berhasil ditunjukkan. Ini kelalaian, yang kami soroti dari sisi penyelenggaraan. Bukan soal menang atau tidak, termasuk kotak suara tidak tersegel, memang tidak merubah angka,” tegasnya.

Sementara itu, saksi pasangan calon Hafidz – Hanies, Ridwan menganggap hal-hal yang disampaikan oleh saksi pasangan calon 01 tidak substansial. Apalagi sebenarnya sudah diselesaikan di tingkat TPS. Usulan pemungutan suara ulang, mestinya diajukan empat hari setelah pencoblosan. Padahal, sekarang sudah lewat lebih lama. ( Insan )

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.