Membuka Tirai Kebenaran

Srawung Pasar Tambak Desa Sribit, Pertahankan Tradisi dan Budaya Religi Masyarakat Jawa

3 min read

Suasana pasar tambak, nampak para pedagang perkakas bahan kayu dan bambu sedang menjajakan dagangannya, Kamis (5/9).

LintasIndoNews.com | Sragen, Nama dukuh tambak, Desa sribit, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen ternyata menyimpan tradisi ritual menarik. Tiap malam jumat wage pada tanggal pertama bulan muharram atau Syura, masyarakat sekitar berbondong-bondong ke lapangan tempat areal petilasan joko tingkir dan membuat pasar malam.

Saat arak-arakan dari balai desa menuju lokasi pasar tambak

Uniknya, semua dagangan yang dijual di lokasi pasar itu berbahan dasar bambu dan terkait dengan kebutuhan dapur serta pertanian. Sembari belanja, pengunjung yang hadir juga tak lupa memanjatkan doa kesebuah galeh (tonggak) yang konon diyakini sebagai tambatan perahu joko tingkir.

Dengan diiringi dengan gending-gending jawa yang mengalun sepanjang malam, seolah mengingatkan suasana zaman kerajaan tempo dulu yang dijual ini ya piranti tani dan dapur. Ada cemeti, caping, nyiru, tenggok, beruk (penakar beras), sendak sayur, centong tapi semua dari kayu.komplitnya ya beras kuning, beras ketan, kacang hijau.

Konon, di kalangan masyarakat sekitar berkembang mitos bahwa dengan memanjatkan doa di petilasan serta membeli barang di pasar itu akan membawa berkah serta rejeki berlimpah.

Jajaran Muspida, Muspika dan Pj Kades

Pasar unik itu setiap setahun sekali khususnya setiap malam jum’at wage bulan syura. Bahkan, jika tiba masa windunan (delapan tahun sekali-red) di mana malam Jum’at wage tiba tepat pada tanggal satu syura, pengunjung yang datang bisa mencapai puluhan ribu orang dengan presentase mayoritas justru dari luar kota. Petilasan Galeh Jaka Tingkir memang salah satu ritual yang selama ini menjadi daya tarik kecamatan Sidoharjo khususnya Dukuh Tambak.

kegiatan Tradisi Bulan Suro tahun 2019 kali ini dengan tema “, Srawung Pasar Tambak “, yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, yakni Sanggar Bromastra , Sanggar SS , Kurawa Solo voice , Sanggar Srikandi Wayang cokek dengan jumlah pengunjung yang hadir kurang lebih 1.500 Orang.

Suasana panggung hiburan rakyat pasar tambak, Kamis (5/9).

Saat di konfirmasi Pj. Kepala Desa Rita Murtanti, SH, MH Desa Sribit, kepada media ini menyampaikan kegembiraannya dalam menyambut acara Srawung Pasar Tambak ini. Menurutnya acara yang bertepatan dengan nuansa Jelang Pilkades tanggal 26 September mendatang, di harapkan bisa menjadi nuansa guyub rukun meskipun beda pilihan.

“Apalagi tradisi ini ada pasar perkakas peralatan rumah tangga, yang semuanya terbuat dari bahan kayu dan bambu seperti tumbu, tampah, caping dan masih banyak lagi, ” Ucapnya, Kamis (5/9) Pukul 13.00 WIB di balai desa saat akan melangsungkan arak-arakan.

Lebih jauh, Rita juga menilai pasar tambak yang memiliki ikon tradisional ini, juga baik sekali untuk mengenalkan pada generasi milenial atau anak jaman now, tentang perkakas yang terbuat dari kayu dan bambu, juga jajanan khas tempo dulu. Untuk itu dia berharap pasar tambak bisa menjadi destinasi wisata religi.

“Anak sekarang tidak akan pernah merasakan makanan khas tempo dulu, mereka juga tidak akan pernah mengenal nama dan jenis makanan khas jawa, jika tidak melihat acara seperti ini, ” terangnya.

Jeng Sri Penjaja makanan khas tempo dulu di warung sejarah miliknya

Sementara seorang penjual kuliner khas tempo dulu di lokasi, sebut saja Jeng Sri membuat stand Warung Sejarah (Warah) di bawah naungan Dinas Kebudayaan Sragen (Sedulur Jagad Sukowati Tilik Ibu Pertiwi), dia bercerita dimana saat jelang malam tirakat banyak pembeli sambil nongkrong mengulas tentang sejarah pasar tambak dan sejarah bumi Sukowati. Makanan khas pun juga beraneka macam, seperti Bubur Soetra, Jenang Tuljaenak (Katul, sari jagung, eling sanak), gambang turi (gablok kembang turi), Rondho Bloejoer dan kopi jatul (jahe Katul).

“Saya sangat senang sekali berjualan di tempat pasar tambak ini, dimana kegiatan ini sudah menjadi tradisi dari nenek moyang kita, sejak saya masih kecil kegiatan ini sudah ada, ” Ungkap warga Gabugan, Tanon, Sragen ini.

Dalam pantauan media ini, kegiatan srawung pasar tambak ini, di hadiri berbagai lapisan masyarakat hingga mencapai ribuan orang, baik lokal maupun dari luar daerah, hadir dari jajaran Muspida, Muspika, tokoh masyarakat dan para perangkat desa berserta lembaga desa, yang berlangsung aman, nyaman dan lancar. (Tim/wanto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social