Membuka Tirai Kebenaran

Tak Ada Rotan Akarpun Jadi, Tak Ada Narkoba Pembalut Wanitapun Bisa, Kok Aneh? Ini Bahayanya

2 min read
Ilustrasi

Baru-baru ini, marak kabar beberapa remaja dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah didapati tengah mabuk dengan cara yang tidak biasa, yaitu menggunakan pembalut bekas.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Negara Provinsi (BNNP) Jateng AKBP Suprinarto menyampaikan, rentang usia remaja yang menggunakan pembalut bekas mulai dari 13 tahun hingga 16 tahun, bahkan ada yang berasal dari luar Kudus.

Hal ini merupakan kasus yang tidak biasa karena menurut dr Andon Hestiantoro, SpOG(k), dari Divisi Imunoendokrinologi Reproduksi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSCM, hasil keluaran menstruasi yang menempel pada pembalut, sejatinya tidak memabukkan.

Ia mengatakan, darah menstruasi mengandung serpihan lapisan lendir rahim, protein, sel darah merah, dan sel darah putih yang akan segera rusak dan hancur setelah terkena suhu yang tinggi saat direbus.

“Sehingga dapat disimpulkan bahwa darah menstruasi tidak mengandung materi yang dapat menimbulkan efek mabuk atau keracunan,” ujarnya saat dihubungi melalui surat elektronik pada Senin (12/11/2018).

Ia mencurigai bahwa justru bahan yang terkandung pada pembalutlah yang menyebabkan remaja-remaja itu “ngefly”.

Setidaknya, ada 5 bahan yang terkandung pada pembalut, yaitu serat polyethylene, serat kayu selulosa atau gel, lem karet atau plastik, dan kertas. Namun, Andon mencurigai bahwa serat polyethylenelah yang berperan menyebabkan mabuk.

“Serat polyethylene merupakan serat sintetik yang juga digunakan untuk membuat bahan kain atau baju. Polyethylene dan polypropylene ini merupakan produk sintetik polimer yang terbuat dari sodium-bikarbonat (NaHCO3) dengan proses fermentasi. Varian lainnya adalah ethylene glycol,” kata Andon.

“Materi-materi ini juga dapat dijumpai pada produk perekat, cat, minyak pelumas, dan sebagainya. Materi tersebut jika dipanaskan atau dilarutkan akan memiliki sifat yang dapat memabukkan dan menurunkan kesadaran,” lanjutnya.

Ia memperingatkan bahwa mabuk dengan cara ini bisa jadi berbahaya. Pada tahap awal, dapat menyebabkan pusing, mual-mual, hingga muntah-muntah. Namun pada fase yang lebih lanjut, Andon berkata bahwa larutan dari rebusan pembalut dapat menyebabkan kejang-kejang dan gagal ginjal.

Sampai saat ini, Andon masih belum mengetahui dari mana remaja-remeha tersebut mengetahui informasi terkait air rebusan pembalut yang dapat memabukkan. Namun menurut Suprinanto, para anak jalanan nekat coba-coba mabuk rendaman pembalut karena mendengar informasi dari mulut ke mulut.

Sumber: kompas.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.