Membuka Tirai Kebenaran

Terbukti Anggaran Bocor, TKN Beberkan Upaya Pemerintah Atasi Kebocoran

1 min read
Capres no urut 01, Joko Widodo menyampaikan pendapatnya saat Debat Ke IV Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu, (30/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

LintasIndoNews.com | Nasional — Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menanggapi kritikan Prabowo Subianto yang menyoroti kebocoran anggaran negara. Prabowo mengklaim, KPK secara tak langsung membenarkan pernyatannya. Menurut data KPK, kebocoran pendapatan negara mencapai Rp 2.000 triliun per tahun.

Terkait hal ini, Anggota TKN Hendrawan Supratikno mengatakan, kebocoran anggaran yang disebabkan maraknya korupsi memang benar adanya. Indonesia memang masih dibelit permasalahan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sejak era Orde Baru (Orba).

“Artinya, selama Reformasi, penyakit akut (KKN) yang mendera bangsa ini belum teratasi. Ada benarnya,” kata Hendrawan kepada kumparan, Minggu (7/4).

Ia menyampaikan, selama masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, berbagai upaya dilakukan untuk meredam maraknya kebocoran anggaran dan KKN. Misalnya menciptakan tata kelola yang lebih baik, menjamin pengawasan yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi.

“Juga penegakan hukum yang lebih tegas, dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik,” sambungnya.

Menurutnya, Prabowo hanya sekadar mengemukakan retorika dan menyalahkan berbagai pihak ketika menyuarakan isu kebocoran anggaran. Prabowo dinilai belum memiliki solusi konkret dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Tanpa solusi yang jelas, Prabowo seperti orang yang sedang berilusi. Menyalahkan banyak pihak-pihak asing yang memperoleh keuntungan investasi di Indonesia. Rakyat Indonesia yang mentalnya lembek, elite yang kehilangan moral atau akhlak, dan sebagainya,” tuturnya.

Sumber: kumparan.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.