Membuka Tirai Kebenaran

Tol Ruas Trans Jatim di Hijaukan Dengan Trembesi

3 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Tanam Trembesi, Ruas Tol Trans Jawa di Jawa Timur Semakin Adem

Reboisasi — Pohon trembesi terkenal juga sebagai ki hujan. Alasannya sederhana, pohon trembesi memiliki ketinggian hingga 20 meter dan bentuknya yang mirip kanopi atau payung raksasa membuat suhu udara di bawahnya turun hingga 4 derajat celcius. Selain itu, pohon trembesi juga memiliki kemampuan untuk menyerap 28,5 ton CO2 per tahun. Dengan demikian, pohon ini tepat jika ditanam di ruas Tol Trans Jawa.

Penanaman pohon trembesi di ruas Tol Trans Jawa merupakan komitmen dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk menghijaukan lingkungan sekaligus mengurangi dampak dari pemanasan global. Sebanyak 8.400 pohon trembesi pun ditanam di ruas Tol Trans Jawa di Jawa Timur dalam rangkaian besar program Djarum Trees For Life (DTFL) Trans Jawa yang sudah dimulai sejak tahun 2015, di mana Djarum Foundation sudah melakukan penanaman pohon trembesi di Tol Cipali.

“Tahun ini, program penanaman trembesi kembali kami lanjutkan pada ruas Tol Trans Jawa lainnya, seperti sekarang ini di ruas Tol Surabaya – Mojokerto sepanjang 36 kilometer, ruas tol Gempol – Pasuruan sepanjang 34 kilometer, dan juga ruas Tol Kertosono – Ngawi,”” jelas Vice President Djarum Foundation FX Supanji,usai prosesi penanaman trembesi di Alun-alun Sidoarjo, pada Rabu (5/12/2018).

DTFL juga berkomitmen untuk melakukan perawatan terhadap 8.400 pohon trembesi selama tiga tahun, yakni waktu yang diperlukan agar batang trembesi sudah cukup besar dan bisa tumbuh secara mandiri. Perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, sampai penggantian bibit baru jika ada pohon yang rusak atau mati.

Program penghijauan yang dilakukan Djarum Foundation ini disambut baik oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Nandang Prihadi. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi teladan bagi perbaikan kualitas lingkungan kehidupan bagi sumber daya manusia.

“Melalui kegiatan nyata, secara tidak langsung kita juga telah ikut membantu program pemerintah tentang reboisasi dan program lingkungan. Lingkungan hidup dikatakan berkualitas baik jika berpengaruh positif atau menunjang kepentingan hidup makhluk hidup pada umumnya dan manusia pada khususnya. Seperti halnya menyangkut kenyamanan, keindahan, keserasian yang bersangkutan dengan persepsi manusia atas lingkungan hidupnya,” ujarnya.

Tak hanya trembesi, Djarum Foundation juga menanam jenis pohon berbunga dan pohon berbuah, seperti 650 bibit tabebuya, 200 bibit kepoh, dan masing-masing 100 bibit flamboyan, maja, tanjung, eucalyptus, bunga kupu-kupu, ketapang, dan salam. Pohon-pohon tersebut akan ditanam pada beberapa ruas seperti interchange, rest area, dan kantor pengelola. Dengan demikian, diharapkan ruas tol tersebut menjadi lebih hijau dan nyaman, tidak saja bagi pengguna jalan tol namun juga bagi para karyawan dan pihak pengelola.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk alat-alat tanam dan bibit pohon kepada 18 kecamatan di Sidoarjo, Jawa Timur. Total bibit yang diberikan sejumlah 1.800 meliputi 900 bibit pohon trembesi, 450 bibit pohon mangga dan 450 bibit pohon kelengkeng. Sedangkan untuk alat tanam setiap kecamatan mendapat 10 buah cangkul sehingga totalnya mencapai 180 buah.

Dalam prosesi seremoni yang bekerja sama dengan PT Jasamarga Surabaya-Mojokerto tersebut, turut hadir Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Direktur Utama PT Jasamarga Surabaya – Mojokerto Budi Pramono, Direktur Utama PT Transmarga Gempol – Pasuruan Rahardjo, dan Duta Lingkungan DTFL Band GIGI.

Menurut Armand Maulana, vokalis Band GIGI, persoalan lingkungan membutuhkan perhatian dan upaya bersama dari semua pihak. Kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu sangat dibutuhkan secara nyata.

“Salah satunya dengan tindakan nyata menanam pohon, kita seperti memperpanjang napas anak cucu kita nanti. Kita memberikan cadangan oksigen bagi kelangsungan hidup manusia. Setidaknya dengan menanam pohon sudah membantu bumi menjadi lebih hijau. Kalau bukan kita yang memulai, lantas siapa yang akan memulai,” ujar Armand.

Ia juga mengingatkan bahwa jangan sampai menunggu bencana menimpa baru orang-orang tersadar akan gerakan nyata penghijauan. Dewa Budjana pun senada dengannya.

“Kami sangat senang karena dapat secara langsung mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan alam lewat program Penanaman Trembesi yang digagas Djarum Foundation. Ayo kita lebih peduli dari sekadar seruan Go Green,” ujar Budjana.

Sumber: Kompas.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.