Membuka Tirai Kebenaran

Tutup PT RUM, Warga Muntah dan Gatal.

1 min read

LINTASINDONEWS.com. SUKOHARJO – Tulisan Tutup PT RUM , merupakan salah satu tulisan terbentang yang dibawa oleh para pendemo, mereka peduli dengan warga mereka di sekitar PT RUM yang terletak di desa Plesan, Nguter Sukoharjo.

“”Warga kami sampai saat ini masih tersiksa, karena mereka masih mengalami penderitaan akibat Pencemaran lingkungan berupa polusi udara dan polusi air yang diakibatkan oleh aktivitas produksi serat rayon PT RUM (Rayon Utama Makmur).

“” Saya sangat prihatin sampai saat ini banyak warga yang mengalami sakit seperti gatal dan sesak napas, saya meminta pihak pemerintah peduli soal hal ini karena sangat nengganggu warga,”” jelas Herman, Korlap Forum Warga Terdampak PT RUM di Perempatan Songgorunggi Senin (16/3/2020).

Dikatakan meski Bupati Sukoharjo pada tahun 2018 telah memberikan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara kegiatan produksi selama 18 bulan sejak22 februari 2018 sampai 2019dan kewajiban perbaikan serta pemasangn beberapa alat yang dapat menghilangkan dampak bau yang ditimbulkan dari kegiatan produksi PT RUM.”” Jika pemerintah masih tarik ulur untuk memberi sanksi pencabutan izin lingkungan yang tidak jelas kapan waktunya maka hal ini akan mengancam kondisi kesehatan warga,”” jelasnya.
Bahkan kata Herman berujuk rasa di depan Pemda untuk meminta Bupati Sukoharjo mencabut izin lingkungna hidup PT RUM, bupati menolak tuntutan warga dan baru akan membentuk tim investigasi. “” Hingga sekarang tim investigasti yng dijanjikan belum terbentuk,”” tegasnya. (suci)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.