Membuka Tirai Kebenaran

Uang Gratifikasi Zumi Zola Untuk Apa ? Ini Dia, Nomer 5 Bikin Kejang !

3 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Lintasindonews.com, Hukum. Kisah hidup Zumi Zola bisa dibilang seperti rollercoaster. Sebab, ia sempat melambung dan dikenal publik sebagai aktor sinetron. Lalu, namanya meredup karena mengikuti permintaan sang ayah untuk kembali ke Jambi dan membangun daerahnya. Hingga, akhirnya ia dilantik menjadi Gubernur Jambi pada Februari 2016 lalu.

Publik sempat menaruh harapan yang tinggi terhadap Zumi. Lantaran, di usia yang masih muda, 36 tahun, ia sudah bisa menduduki kursi gubernur. Apalagi, Zumi sempat mendengungkan slogan menumpas praktik korupsi.

Kini, publik dibuat kembali terhenyak, lantaran ia malah terlibat dalam praktik yang dulu begitu dihindarinya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada (2/2) lalu mengumumkan Zumi sebagai tersangka karena telah menerima gratifikasi. jumlahnya tidak main-main, mencapai Rp 40,477 miliar.

Ketika persidangan perdana bergulir pada (23/8), isi dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum mencengangkan. Sebab, uang gratifikasi itu digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari bertugas ke Amerika Serikat hingga membeli action figure.

Penasaran detail penggunaan uang gratifikasi itu? Berikut data yang disarikan oleh IDN Times:

Membeli Action Figure

Gubernur Jambi Nonaktif Zumi Zola disebut memesan 17 unit action figure dengan uang muka Rp52 juta. Pembayaran action figure tersebut dibayar dengan cara mentransfer ke penjualnya yang berada di Singapura pada Oktober 2017.

Menurut Asrul, tim sukses Zumi pada Pilkada 2016, orang kepercayaan Zumi yang juga menjadi saksi kasus ini menyebutkan bahwa total harga action figure tersebut mencapai US$1.000. Contoh action figure yang ia beli adalah Ironman Classic, Black Panther, Cat Woman, Lizard, Ironman Hulkbuster dan masih banyak lagi.

Biayai Perjalanan ke AS

Mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arfan menyebutkan bahwa dirinya pernah mencarikan uang US$30 ribu untuk membiayai perjalanan Zumi ke Amerika Serikat

“Terdakwa (Zumi) tidak minta langsung, tapi lewat Asrul. Asrul mengatakan ‘Arfan, Pak Gub mau ke Amerika, coba siapkan US$30 ribu’. Saya sampaikan ‘banyak sekali, itu sekitar Rp400an juta’, akhirnya saya kasih di Hotel Mulia melalui Amidy dan saya lihat Amidy kasih ke Asrul di toilet,” ujar Arfan dalam sidang Tipikor.

Membeli Sapi untuk Idul Adha

Asrul, salah satu saksi menyebutkan bahwa Zumi pernah meminta untuk disediakan 25 ekor sapi kurban yang total harganya mencapai Rp390 juta. Uang untuk membeli sapi itu bukan dari kantong Zumi sendiri tapi dari uang para kontraktor yang menjadi rekanan Pemprov Jambi.

Sapi-sapi kurban itu disebar ke beberapa tempat yaitu Kota Jambi, kantor PAN Jambi, rumah dinas Zumi Zola dan di Kabupaten Bungo.

Membeli pakaian

Tidak hanya ketiga hal tersebut, Zumi Zola juga memakai uang gratifiaksinya untuk membeli perlengkapan pribadinya, yaitu pakaian. Salah satunya adalah untuk membayar biaya jahit baju yang ia gunakan saat dilantik sebagai gubernur senilai Rp48 juta.

Lalu ia menggunakan uang tersebut untuk membeli dompet serta ikat pinggang senilai Rp40 juta.

Untuk umrohkan keluarga

Zumi meminta asistennya untuk menyetorkan uang tunai Rp 300 juta ke rekening biro perjalanan umroh pada Februari 2017. Jaksa mengatakan bahwa uang tersebut untuk membiayai umroh ia dan keluarganya.

Demikian deretan fakta di balik kasus korupsi Zumi Zola yang sempat menghebohkan publik. Saat ini Zumi masih menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jaksa Komisi Pembemberantasan Korupsi menyebut Zumi diancam dengan pidana Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Selain itu, Zumi didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Gubernur Jambi nonaktif itu terancam hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Sumber ucnews

Editor : Rian Hepi





  



SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social