Membuka Tirai Kebenaran

UNBK JADI AJANG PUNGLI SEKOLAH JIKA SARPRAS MINIM

2 min read

Oleh Seno Wartawan Lintas Kota

Lintaskota.id – Opini – Program UNBK memang baik untuk mengangkat kualitas pendidikan di indonesia, namun tujuan yang baik seharusnya dipikirkan sarana dan prasarana yang ada di setiap sekolah, karena dengan adanya progrm UNBK tersebut membuat kalang kabut Kepala Sekolah baik ditingkat SLTP maupun SLTA.

Mungkin berbeda,
Sekolah yang memang sudah tersedia lengkap soal sarananya tidak menjadi masalah, namun bagi sekolah yang belum tersedia sarana penunjang UNBK menjadi sekolah harus berusaha sendiri melengkapi perlengkapan UNBK tersebut.

sedangkan hingga saat ini tahun 2018 banyak sekolah terutama ditingkat sltp belum memenuhi perlengkapan tersebut, seperti jumlah komputer yang disediakan SMP atau MTS sederajat minimal 90 unit plus severnya ada 4 daya listrik yang harus dibutuhkan, paling tidak 14 ribu watt untuk guna memperlancar kegiatan UNBK.

Sementara untuk memenuhi sarana dan sarana membutuhkan dana yang tidak sedikit, pihak sekolah mau melibatkan orang tua siswa tidak berani, karena sekolah gratis dilarang melakukan pungutan, walaupun sudah ada peraturan pemerintah tahun 2017 no 75 tentang pemberdayaan komite, namun di peraturan itu hanya menyebutkan orang tua siswa boleh memberikan sumbangan asal tidak dipaksa, tidak ditentukan besarnya dan waktunya dengan cara sukarela.

Padahal kalau mengacu pada aturan ini jelas tidak mungkin akan busa terlaksana untuk memenuhi kebutuhan, karena sifatnya sukarela, sedangkan kalau besarnya ditentukn dan waktunya itu sudah melanggar peraturan karena sudah merupakan pungutan liar, yaitu pungutan yang tidak ada dasar hukumnya.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan program UNBK, membuat sekolah maju kena mundur kena, UNBK mandiri juga butuh dana yang tidak sedikit, solusi bergabung dengan sekolah yang telah lengkap sarana dan prasanananya, juga butuh biaya yang tidak sedikit yakni kisaran 25 jutaan, dan cenderung dana sia sia.

Akan lebih baik jika untuk beli komputer jelas bermanfaat, atas dasar inilah pada akhirnya manajemen sekolah nekat memberanikan diri untuk melibatkan orang tuwa siswa melakukan penarikan dana untuk pembelian komputer agar terpenuhi kebutuhan sarana penunjang UNBK.

Dan besarnya dimasing masing sekolah berbeda, info yang sering kai temukan dilapangan besarnya pungutan, mulai dari 100 ribu persiswa kelas 9 hingga hampir 400 ribu, bahkan sampai ada beberapa sekolah SMP memungut siswa kelas 7,8 dan 9 sehingga semua siswa disekolah tersebut dipungut semua tanpa tedeng aling – aling, imbasnya seakan – akan menjadi kesempatan dalam kesempitan sekolah untuk melakukan pungutan.

Hal ini kalau dibiarkan pungutan akan merajalela disekolah sekolah, inilah fenomena pendidikan di negeri ini menjadi potret buram yang harus di perangi, agar menjadi pendidikan yang membantu kaum lemah. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat dan menjadi bahan pemikiran kita bersama, salam redaksi.

 

Inspirasi berbagai sumber

Editor : Eka awi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.